ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DENGAN METODE HEURISTIC SILVER MEAL UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI BIAYA PERSEDIAAN BAHAN BAKU KALENG DI PT. SINAR DJAJA CAN, GEDANGAN - SIDOARJO

Dody , Wira S (2010) ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DENGAN METODE HEURISTIC SILVER MEAL UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI BIAYA PERSEDIAAN BAHAN BAKU KALENG DI PT. SINAR DJAJA CAN, GEDANGAN - SIDOARJO. Undergraduate thesis, UPN "Veteran" Jatim.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (62Kb) | Preview
    [img] PDF - Published Version
    Restricted to Repository staff only

    Download (857Kb)

      Abstract

      ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DENGAN METODE HEURISTIC SILVER MEAL UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI BIAYA PERSEDIAAN BAHAN BAKU KALENG DI PT. SINAR DJAJA CAN, GEDANGAN - SIDOARJO Oleh : Dody Wira S ABSTRAKSI Di dalam dunia manufactur peran persediaan bahan baku sangat penting bagi kelancaran suatu proses produksi. Penanganan secara tepat terhadap persediaan bahan baku sangat diperlukan untuk mengantisipasi keadaan apabila penyedia bahan baku terhenti atau permintaan pasar tiba-tiba naik pada suatu periode tertentu. Dengan demikian produk dapat dioptimalkan serta biaya-biaya yang terkait didalamnya dapat ditekan seefisien mungkin Sehingga masalah yang terjadi di PT. Sinar Djaja Can adalah sering terjadi penumpukan bahan baku yang berlebihan. Selain itu penumpukan juga dapat terjadi karena adanya keterlambatan produksi yang tidak sesuai dengan target perusahaan yang telah ditetapkan. Hal seperti ini tentunya perlu mendapatkan perhatian dan penanganan yang serius untuk memperbaiki keadaan untuk memperlancar kegiatan produksi perusahaan. Pendekatan Heuristic Silver Meal dan Algoritma Wagner Whitin merupakan dua metode pembanding yang digunakan untuk meningkatkan efisiensi biaya yang optimal pada perusahaan tersebut, Heuristic Silver Meal dalam perhitungannya lebih didasarkan pada variabel periode pembelian dan bukan berdasarkan total permintaan selama masa perencanaan yang menyatakan bahwa pembelian bahan baku hanya dilakukan pada awal periode. Sedangkan biaya simpan hanya dibebankan pada bahan yang disimpan lebih dari satu periode. Heuristik Silver Meal dimulai pada permulaan periode pertama, dimana pembelian bahan baku dilakukan bila persediaan bahan baku diperhitungkan nol. Berdasarkan hasil analisa, maka didapatkan biaya pengadaan bahan baku dengan menggunakan metode Heuristik silver meal, total biayanya adalah Rp. 1.474.354.500 dan Algoritma Wagner Whitin adalah Rp 1.500.517.900 ,jadi selisih penghematan antara Heuristic Silver Meal dengan Algoritma Wagner Whitin adalah Rp. 26.163.400. Sedangakan biaya pengadaan bahan baku menggunakan metode Heuristik silver meal menghasilkan total biaya sebesar Rp. 1.474.354.500 dan Perusahaan (Riil) sebesar Rp. 1.485.414.900, sehingga penghematan yang dapat dilakukan adalah sebesar Rp. 11.060.400 (0,74%). Sedangkan pengendalian Persediaan Bahan Baku hasil peramalan untuk September 2009 sampai dengan Agustus 2010 dengan metode Heuristik Silver Meal didapat Total Cost sebesar Rp 1.446.108.000

      Item Type: Thesis (Undergraduate)
      Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management
      T Technology > T Technology (General) > T55.4 Industrial engineering. Management engineering > T60 Work measurement. Methods engineering
      Divisions: Faculty of Industrial Technology > Industrial Engineering
      Depositing User: Adi Prasetyawan
      Date Deposited: 15 Mar 2011 15:13
      Last Modified: 15 Mar 2011 15:13
      URI: http://eprints.upnjatim.ac.id/id/eprint/1137

      Actions (login required)

      View Item