SANGGAR SENI LUKIS DIFABEL DI SURABAYA

MOCHAMMAD , ROMEY PINTORO (2011) SANGGAR SENI LUKIS DIFABEL DI SURABAYA. Undergraduate thesis, Faculty of Civil Engineering and Planning.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (1073Kb) | Preview
    [img] PDF - Published Version
    Restricted to Repository staff only

    Download (7Mb)

      Abstract

      Seni bersifat universal sebagaimana keindahan itu sendiri, karena sifatnya inilah seni bukan menjadi milik dan dominasi salah satu kelompok dalam masyarakat. Salah satu bidang seni yang menarik yaitu seni lukis, yang saat ini banyak di minati, tidak hanya orang normal tetapi juga bagi para penyandang cacat(difabel). hal tersebut maka timbul gagasan proyek Sanggar Seni lukis Difabel sebagai sanggar yang menaungi anak-anak difabel yang memiliki keterbatasan tubuh khususnya disfunction tangan mereka yang dapat memenuhi kebutuhan mereka. Sanggar seni lukis berdomisili di kota Surabaya dikarenakan warga Surabaya terhadap seni lukis cukup tinggi, tapi sayangnya tidak didukung dengan sarana prasarana belajar seni lukis yang memadai, dan umumnya hanya di peruntukan untuk anak-anak normal, sedangkan anak yang memiliki keterbatas fisik belum tersentuh oleh mereka. Dalam perancangan ini, Sanggar Seni lukis Difabel direncanakan berlokasi di Jl. Bukit Darmo Bouleverd, Surabaya. yang merupakan kawasan perumahan, pendidikan dan perdagangan yang cukup strategis untuk pengembangaan sanggar seni lukis ini. Dari isu dan fakta yang ada, perancangan sanggar seni lukis mengambil tema out of the box (keluar dari kota) yang intinya berusaha keluar dari umumnya sebuah sanggar di kota Surabaya. Teori Konsep Methafora menjadi dasar dari perancangan ini yang memiliki tiga kategori yaitu Intangible Metaphor, Tangible Metaphors, dan Combined Metaphors dari ketiga kategori pendekatan yang dirasa cukup dekat dengan tema out of the box yaitu Intangible Metaphor( Rancangan arsitektur yang mengacu kepada hal-hal yang bersifat abstrak dan tidak dapat dibendakan,). Dan konsep perancangan ada tiga pendekatan yang digunakan yaitu dari sketsa anak umur 4 tahun yng menjadi ide dasar bentuk bangunan, pendekatan kedua mengambil metoda pembelajaran yang baik bagi anak-anak dengan cara pembagian zona makro yang disesuaikan dengan pengguna dan pendekatan ketiga membagi pengguna menjadi 3 level yang disesuaikan pada umur siswa dan menerapkan metoda pembelajaran di alam(disini alam buatan) yaitu : materi observation (pengatan) materi memory (ingatan) dan materi imagination.

      Item Type: Thesis (Undergraduate)
      Subjects: N Fine Arts > NA Architecture
      Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Architecture
      Depositing User: Fitri Yulianto
      Date Deposited: 17 Oct 2011 11:18
      Last Modified: 17 Oct 2011 11:18
      URI: http://eprints.upnjatim.ac.id/id/eprint/1446

      Actions (login required)

      View Item