REPRESENTASI KEMISKINAN (Studi Semiologi Representasi Kemiskinan dalam Novel “Orang Miskin Dilarang Sekolah” KaryaWiwid Prasetyo)

FIRMANSYAH , ADHI YUDHA K (2011) REPRESENTASI KEMISKINAN (Studi Semiologi Representasi Kemiskinan dalam Novel “Orang Miskin Dilarang Sekolah” KaryaWiwid Prasetyo). Undergraduate thesis, UPN "Veteran" Jatim.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (1102Kb) | Preview
    [img] PDF - Published Version
    Restricted to Repository staff only

    Download (2380Kb)

      Abstract

      ABSTRAKSI FIRMANSYAH ADHI YUDHA K, REPRESENTASI KEMISKINAN (Studi Semiologi Representasi Kemiskinan dalam Novel “Orang Miskin Dilarang Sekolah” KaryaWiwid Prasetyo) Dalam penelitian ini peneliti menaruh perhatian terhadap adanya kemiskinan dalam novel Orang Miskin Dilrang Sekolah karya Wiwid Prasetyo. Pengarang merupakan redaktur maupun reporter dari Majalah FURQON, PESANTrend, Si Dul (majalah anak-anak), serta tabloid Info Plus Semarang. Penelitian ini menunjukkan tentang kehidupan kemiskinan dan pahitnya memperoleh pendidikan sekolah. Seakan-akan sekolah hanya untuk orang-orang yang mampu dan kaya saja, dimana orang-orang miskin tidak dikehendaki untuk bersekolah hanya karna faktor ekonomi. Dari sisi Faktor ekonomi inilah sosok tokoh utama Faisal dalam novel Orang Miskin Dilarang Sekolah serasa tidak sepaham akan adanya alasan-alasan tersebut, oleh karena itu Faisal akan membuktikan bahwa untuk meraih pendidikan sekolah tidak hanya memprioritaskan materi (biaya) saja namun sesungguhnya yang diprioritaskan ialah niat berusaha keras dan bersungguhsungguh dalam mengejar cita-cita. Sebagai landasan teori, Metode penelitian yang digunakan adalah teori semiologi Roland Barthes membagi sebuah area pembaca yang disebut petanda Roland Barthes. Penelitian ini menggunkan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis semiologi Roland Barthes lebih tertuju kepada gagasan tentang signifikasi dua dua tahap, yaitu pemaknaan tingkat pertama sytem linguistik beruap pemaknaan denotatif dan pemaknaan berupa konotatif. Data yang terdapat dalam obyek penelitian dibagi menjadi dua sysytem pemaknaan dan diuraikan menjadi 28 leksia (kode pembacaan) yang terdiri dari lima kode yaitu Kode hermeneutik atau kode tekateki, kode semik, kode simbolik, kode proaretik atau kode tindakan, kode gnomik atau kode kultural. Pada tahap kedua yaitu system mitos yang berupa pemaknaan konotatif tanda-tanda akan dimaknai secara subyektif berdasarkan konsep dari kemiskinan. Hasil penelitian berdasarkan analisis data yang didapat dari teks kalimat dalam novel “Orang Miskin Dilrang Sekolah” merupakan konotoasi-konotasi yang sengaja dibuat pengarang untuk membuat pembaca menemukan kode-kode tersembunyi di dalam teks novel ini. In this study the researcher to pay attention to the existence of poverty in the novel of the Poor School Dilrang Wiwid work of Prasad. The author is an editor and reporter from the magazine FURQON, PESANTrend, Si Dul (children's magazine), and the tabloid Info Plus Hyderabad. Life is complex and complicated society he poured in writing in simple language. This research shows about the life of poverty and bitterness obtain school education. As if school is only for people who are capable and the rich only, in which poor people do not want to go to school just because of economic factors. From the economic factor is the figure of the main character in the novel of the Poor Faisal School Prohibited seemed not agree that there are reasons, therefore Faisal will prove that to achieve school education not only prioritize the material (cost) alone, but the real priority is the intention tried hard and sincere in the pursuit of ideals. As a basis for theory, research method used is the theory of Roland Barthes semiology divide an area called the alert reader Roland Barthes. This study using qualitative research methods with Roland Barthes semiology analysis approach is more oriented towards the idea of the significance of two two stages, namely first level of meaning sytem steamy linguistic meanings in the form of denotative and connotative meanings. The data contained in the objects were divided into two sysytem meanings and elaborated to 28 leksia (code reading), which consists of five codes of hermeneutic code or code puzzles, codes semik, symbolic codes, proaretik code or action code, the code or code gnomik cultural. In the second phase of the system connotative meaning of myth in the form of signs will be interpreted subjectively based on the concept of poverty. The results based on analysis of data obtained from the text of the sentence in the novel "Poor People Dilrang School" is a connotation that konotoasi-author deliberately made to make the reader discover hidden codes in the text of this novel.

      Item Type: Thesis (Undergraduate)
      Subjects: P Language and Literature > P Philology. Linguistics > P99 Semiotics. Signs and symbols
      Divisions: Faculty of Social Sciences and Political Sciences > Communication Studies
      Depositing User: Adi Prasetyawan
      Date Deposited: 18 Oct 2011 12:24
      Last Modified: 18 Oct 2011 12:24
      URI: http://eprints.upnjatim.ac.id/id/eprint/1511

      Actions (login required)

      View Item