Kemitraan Usaha Ayam Ras Pedaging: Kajian Posisi Tawar dan Pendapatan

ARIF , ARIA HERTANTO (2009) Kemitraan Usaha Ayam Ras Pedaging: Kajian Posisi Tawar dan Pendapatan. Masters thesis, Post Graduate.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (959Kb) | Preview
    [img] PDF - Published Version
    Restricted to Repository staff only

    Download (2676Kb)

      Abstract

      Kemitraan adalah pola kerjasama antara perusahaan peternakan selaku mitra usaha inti (PT. Surya Gemilang Pratama) dengan peternak rakyat selaku mitra usaha plasma, yang dituangkan dalam bentuk ikatan kerjasama. Melalui kemitraan diharapkan terjadi kesetaraan hubungan antara peternak dengan mitra usaha inti sehingga memperkuat posisi tawar peternak, berkurangnya resiko usaha dan terjaminnya pasar yang pada akhirnya meningkatkan pendapatan peternak. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendiskripsikan usaha ayam ras pedaging pola kemitraan dan non kemitraan; (2) Menganalisis posisis tawar peternak ayam ras pedaging pola kemitraan dan non kemitraaan; (3) menganalisis pendapatan peternak ayam ras pedaging pola kemitraan dan non kemitraaan. Penelitian dilaksanakan di wilayah sentra produksi ayam ras pedaging Kabupaten Gresik meliputi kecamatan Panceng, Dukun dan Ujung Pangkah, dengan mengambil sampel 30 peternak pola kemitraan dan 30 peternak pola non kemitraan secara acak. Data yang diperoleh dianalisis secara diskriptif, skoring, pendapatan dan titik impas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha ayam ras pedaging pola kemitraan dilaksanakan dengan cara kerjasama antara PT. Surya Gemilang Pratama selaku mitra usaha inti dengan peternak selaku mitra usaha plasma. Mitra usaha inti memberikan kredit agro input berupa bibit, pakan dan obatobatan dan dibayar peternak setelah panen. Peternak pola kemitraan sebagai pembudidaya. Sedangkan usaha ayam ras pedaging non kemitraan dilaksanakan secara mandiri oleh peternak tanpa kerjasama dengan pihak manapun. Skala usaha peternak kemitraan berkisar 2.500 s.d 10.000 ekor per periode produksi dengan kerataan 5.650 ekor. Sedangkan skala usaha peternak non kemitraan berkisar 500 s.d 8.000 ekor per periode produksi dengan kerataan 1.750 ekor. Tingkat mortalitas usaha ayam ras pedaging pola kemitraan mencapai 4,8 %, sedangkan non kemitraan 4,1%. Kerataan bobot hidup ayam panen ayam ras pedaging pola kemitraan 1,9 kg, sedangkan non kemitraan 2,8 kg. Tingkat konversi pakan pada usaha ayam ras pedaging pola kemitraan mencapai 1,44 sedangkan non kemitraan 1,48. Hasil analisis skor menunjukkan kerataan posisi tawar peternak pola kemitraan 10,3 termasuk kategori lemah, sedangkan perusahaan inti 29,6 termasuk kuat. Hal ini berarti dampak kemitraan ayam ras pedaging melemahka posisi tawar peternak. Hasil analisis pendapatan bahwa pada skala usaha yang sama yaitu 1.000 ekor, pendapatan peternak kemitraan Rp. 3.284.939,00 sedangkan non kemitraan Rp10.837.210,00. Hal ini berarti dampak kemitraan usaha ayam ras pedaging menurunkan pendapatan peternak.

      Item Type: Thesis (Masters)
      Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5001 Business. Business Administration > HF5410 Marketing. Distribution of products
      Divisions: Post Graduate > Agribusiness Management
      Depositing User: Users 8 not found.
      Date Deposited: 18 Oct 2011 14:15
      Last Modified: 18 Oct 2011 14:15
      URI: http://eprints.upnjatim.ac.id/id/eprint/1517

      Actions (login required)

      View Item