KEABSAHAN PERJANJIAN JUAL BELI BERDASAR PADA PERJANJIAN UTANG PIUTANG SEBAGAI PERJANJIAN POKOK Studi Kasus Tentang Putusan Jual Beli Rumah di Pengadilan Negeri Surabaya.

RUDY , SETIAWAN (2010) KEABSAHAN PERJANJIAN JUAL BELI BERDASAR PADA PERJANJIAN UTANG PIUTANG SEBAGAI PERJANJIAN POKOK Studi Kasus Tentang Putusan Jual Beli Rumah di Pengadilan Negeri Surabaya. Undergraduate thesis, Faculty of Law.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (1401Kb) | Preview
    [img] PDF - Published Version
    Restricted to Repository staff only

    Download (1614Kb)

      Abstract

      Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis apakah perjanjian jualbeli rumah berdasarkan pada perjanjian hutang piutang sebagai perjanjian pokok dapat berlangsung, dan mengetahui pertimbangan hakim tentang jual-beli rumah, serta mengetahui dasar alasan-alasan pertimbangan advokat dalam memberikan bantuan hukum terhadap pihak tergugat Jenis penelitiannya adalah hukum normatif yaitu penelitian hukum yang dilakukan dengan cara meneliti bahan pustaka atau data sekunder belaka atau penelitian hukum kepustakaan. Tipe penelitian yang digunakan adalah studi kasus yang merupakan pendekatan dengan tujuan mempertahankan keutuhan dari gejala yang diteliti. Sumber data dalam penelitian ini yaitu menggunakan data sekunder yaitu data dari penelitian kepustakaan. Metode pengumpulan data ini adalah dengan studi pustaka yaitu mengumpulkan data-data yang diperoleh dari buku-buku dan dari sumber-sumber data sekunder. Metode yang digunakan dalam pengolahan data ini adalah Editing yaitu memeriksa atau membetulkan data agar dapat dipertanggungjawabkan. Metode analisis data menggunakan metode induktif, yaitu menalar dari kasus–kasus individual nyata ke hal yang umum-abstrak. Perjanjian jual-beli dapat terjadi cukup dengan kata sepakat antara para pihak yang menyelenggarakannya, tetapi agar mempunyai kekuatan hukum, tentu harus dibuatkan akta jual-beli oleh pejabat yang berwenang. Dalam berlangsungnya perjanjian jual-beli rumah yang perlu diperhatikan yaitu, sepakat mengenai barang dan harga atau dilakukan secara tunai dan terang, dilakukan dihadapan pejabat pembuat akta tanah dan dibuatkan akta jual-beli, dan didaftarkan di Badan Pertanahan untuk perolehan haknya (hak atas tanah.). Perjanjian jual-beli adalah perjanjian pokok dalam perjanjian jual-beli rumah pada umumnya, namun bagaimana jika dalam suatu perjanjian jual-beli tersebut didasari dengan perjanjian utang-piutang sehingga perjanjian pokoknya adalah perjanjian utang piutang ? Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dalam perjanjian jual-beli berdasar utangpiutang sebagai perjanjian pokok dalam pelaksanaannya tidak dapat terjadi, karena Perjanjian pokoknya adalah utang piutang dan obyek berupa rumah tidak dijaminkan sebelumnya sebagai jaminan hutang.

      Item Type: Thesis (Undergraduate)
      Subjects: K Law > K Law (General) > K520 Comparative law. International uniform law > K1000 Commercial law > K1024 Commercial contracts
      K Law > K Law (General) > K520 Comparative law. International uniform law > K1000 Commercial law > K1024 Commercial contracts
      K Law > K1000 Commercial law > K1024 Commercial contracts
      K Law > K1024 Commercial contracts
      Divisions: Faculty of Law > Science of Law
      Depositing User: Users 8 not found.
      Date Deposited: 25 Oct 2011 08:06
      Last Modified: 25 Oct 2011 08:07
      URI: http://eprints.upnjatim.ac.id/id/eprint/1817

      Actions (login required)

      View Item