EVALUASI PENJADWALAN PROYEK DENGAN MENGGUNAKAN METODE CPM (CRITICAL PATH METHOD) DAN ANALISIS KURVA "S" PADA PROYEK PEMBUATAN COLD STORAGE (CONDENCING UNIT) DI CV. BINA TEKNIK - SIDOARJO

Rizky Tri, Prasetyoko (2011) EVALUASI PENJADWALAN PROYEK DENGAN MENGGUNAKAN METODE CPM (CRITICAL PATH METHOD) DAN ANALISIS KURVA "S" PADA PROYEK PEMBUATAN COLD STORAGE (CONDENCING UNIT) DI CV. BINA TEKNIK - SIDOARJO. Undergraduate thesis, Faculty of Industrial Technology.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (969Kb) | Preview
    [img] PDF - Published Version
    Restricted to Repository staff only

    Download (3739Kb)

      Abstract

      Perusahaan manufaktur pada umumnya memerlukan perencanaan manajemen proyek dalam setiap pengerjaan proyek. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan hasil yang optimal serta waktu yang optimis (waktu yang cepat dan diharapkan, baik untuk pihak perusahaan maupun pihak owner). CV. BINA TEKNIK Sidoarjo adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha utama sebagai pelaksana pembuatan alat pendingin. Untuk memenuhi permintaan konsumen maka diperlukan penjadwalan proyek yang tepat agar proyek dapat selesai sesuai tenggat waktu yang disepakati. Olehkarena itu dibutuhkan penjadwalan proyek untuk merencanakan pelaksanaan proyek sesuai dengan dead line (tenggat waktu). Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan waktu percepatan penyelesaian proyek. Maka untuk mengoptimalisasikan jangka waktu dan meminimasi total biaya proyek untuk pekerjaan yang bisa dipercepat serta bisa mentargetkan penyelesaian proyek pembangunan tersebut diperlukan suatu alternatif pemecahan masalah, yaitu dengan mengaplikasikan metode CPM (Critical Path Method) dan analisis kurva S dengan harapan perusahaan dapat mengatasi permintaan konsumen yang kompetitif dengan waktu dan biaya proyek yang optimal. Dari hasil penelitan ini didapatkan 1 jalur kritis dengan kegiatan yang dapat dipercepat antara lain adalah kegiatan yang berada pada jalur kritis terutama kegiatan-kegiatan utama yaitu Administrasi dan Dokumen (A1). Pada kondisi riil perusahaan, waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek adalah 120 hari dengan biaya sebesar Rp 902.671.500,00,-, sedangkan dengan menggunakan metode CPM (Critical Path Method) percepatan diperoleh waktu selama 108 hari dengan total biaya proyek sebesar Rp 905.449.277,8. Sehingga metode CPM (Critical Path Method) dapat menghasilkan waktu penyelesaian proyek lebih cepat 12 hari (10) dan kenaikan total biaya proyek sebesar Rp 2.777.777,8. Laju perkembangan proyek ini dapat dilihat pada Kurva S Percepatan.

      Item Type: Thesis (Undergraduate)
      Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management
      Divisions: Faculty of Industrial Technology > Industrial Engineering
      Depositing User: Fatchullah Z.A
      Date Deposited: 25 Oct 2011 10:38
      Last Modified: 25 Oct 2011 10:39
      URI: http://eprints.upnjatim.ac.id/id/eprint/1842

      Actions (login required)

      View Item