KEMITRAAN ANTARA PETANI TEBU RAKYAT KERJASAMA USAHATANI (TRKSU) DAN PETANI TEBU RAKYAT MANDIRI (TRM) DENGAN PABRIK GULA CANDI BARU DI KECAMATAN CANDI SIDOARJO

Riana , Dwijayanti (2011) KEMITRAAN ANTARA PETANI TEBU RAKYAT KERJASAMA USAHATANI (TRKSU) DAN PETANI TEBU RAKYAT MANDIRI (TRM) DENGAN PABRIK GULA CANDI BARU DI KECAMATAN CANDI SIDOARJO. Undergraduate thesis, Faculty of Agriculture.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (286Kb) | Preview
    [img] PDF - Published Version
    Restricted to Repository staff only

    Download (326Kb)

      Abstract

      Tebu merupakan salah satu tanaman yang banyak diusahakan oleh petani, sehingga tebu mempunyai arti penting dalam menyusun pendapatan petani, di samping itu juga untuk memenuhi kebutuhan gula dalam negeri. Untuk menjaga agar produksi gula jangan sampai menurun serta meningkatkan pendapatan khususnya petani tebu, langkah yang ditempuh pemerintah adalah melalui program kemitraan yang dikenal dengan Tebu Rakyat Mandiri dan Tebu Rakyat Kerja Sama Usahatani (Mirzawan, 2001). Tujuan kemitraan yang sesungguhnya yaitu tujuan yang diharapkan oleh masing-masing pihak dapat mencapai kesetaraan walau pada pelaksanaannya masih menemui beberapa kendala. Kendala utama adalah isu rendemen. Selain itu masih terdapat pandangan bahwa masih ada hasil sampingan dari tebu yang tidak dibagi. Alasan utama peninjauan kembali ketentuan sistem bagi hasil adalah meningkatkan pendapatan petani sehingga pemasok bahan baku dan pabrik gula sebagai pemroses bahan baku yang sama-sama tidak mau dirugikan meskipun cara seperti itu sebenarnya kurang menguntungkan bagi pabrik gula, tetapi apabila ditunjang peningkatan mutu tebu bermanfaat bagi petani maupun pabrik gula (Mirzawan, 2001). Kecamatan Candi, Sidoarjo merupakan salah satu kecamatan dimana banyak terdapat petani tebu yang bermitra dengan Pabrik Gula Candi Baru. PG. Candi Baru sendiri menggunakan sistem kemitraan.dalam menyediakan bahan baku produksinya. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan prosedur pelaksanaan kemitraan antara Pabrik Gula Candi Baru dengan petani tebu mitra, mengetahui kendala-kendala dalam pelaksanaan kemitraan di Pabrik Gula Candi Baru, mengetahui harmonisasi kemitraan yang terjadi antara Pabrik Gula Candi Baru dengan petani tebu mitra, dalam kaitannya dengan perjanjian kemitraan dan menganalisa perbedaan biaya usahatani, penerimaan dan pendapatan antara petani TRKSU dan petani TRM Pabrik Gula Candi Baru. Analisis dalam penelitian ini digunakan berbagai analisis yaitu analisis deskriptif dan analisis uji beda rata-rata. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan kemitraan antara petani TRKSU dan petani TRM dengan Pabrik Gula Candi Baru di Kecamatan Candi- Sidoarjo dapat disimpulkan bahwa Prosedur pelaksanaan yang ditetapkan oleh PG Candi Baru sebagai persyaratan bagi petani dalam bermitra dirasakan tidak memberatkan pihak petani. Persyaratan yang ditetapkan untuk menjadi petani mitra dapat diterima oleh petani dan dijalankan sesuai dengan hak dan kewajiban masing-masing petani mitra. Sedangkan kendala-kendala yang dihadapi Pabrik Gula Candi dalam pola kemitraan petani dengan PG. Candi Baru diantaranya adalah masalah tebang-angkut yang terkadang tidak tepat waktu, masalah penyediaan bahan baku dalam memenuhi kapasitas giling PG serta masalah dalam perkreditan dimana terdapat petani yang terlambat dalam melakukan pembayaran apabila mengalami gagal panen. Kemitraan yang terjalin antara Pabrik Gula Candi Baru dengan petani tebu berjalan secara harmonis. Adapun harmonisasi yang terjadi yaitu kesadaran antara pihak PG. Candi Baru dan petani tebu mitra dalam menjalankan hak dan kewajiban masing-masing pihak sesuai perjanjian, sehingga tercipta suatu kepuasan dari kedua belah pihak yang menunjukkan bahwa harmonisasi yang terjadi berjalan dengan baik. Untuk biaya produksi rata-rata petani TRKSU sebesar Rp. 31.111.488,5 lebih besar 7,86% dibanding biaya produksi rata-rata petani TRM sebesar Rp. 28.457.398. Hal ini dikarenakan adanya beban bungan sebesar 12% yang dibebankan kepada petani TRKSU atas pinjaman modal yang diberikan oleh Pabrik Gula. Penerimaan rata-rata petani TRKSU sebesar Rp. 57.766.309,25 lebih besar 4,46% bila dibandingkan dengan penerimaan rata-rata petani TRM sebesar Rp. 49.340.676,67. Hal ini dikarenakan produksi rata-rata dan tingkat rendemen petani TRKSU lebih tinggi dibanding petani TRM. Sehingga pendapatan petani TRKSU pun lebih besar 12,14% yaitu Rp. 26.654.820,74 dibandingkan petani TRM sebesar Rp. 20.883.278,28 per hektarnya.

      Item Type: Thesis (Undergraduate)
      Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General) > S571 Farm Economics. Farm Management
      Divisions: Faculty of Agriculture > Agribusiness
      Depositing User: Users 2 not found.
      Date Deposited: 25 Oct 2011 12:13
      Last Modified: 25 Oct 2011 12:14
      URI: http://eprints.upnjatim.ac.id/id/eprint/1861

      Actions (login required)

      View Item