PERENCANAAN KAPASITAS PRODUKSI KAIN BORDIR DENGAN METODE CAPACITY REQUIREMENT PLANNING (CRP) ( DI PT. LOTUS INDAH TEXTILE INDUSTRIES SURABAYA )

Basith, Maharani (2010) PERENCANAAN KAPASITAS PRODUKSI KAIN BORDIR DENGAN METODE CAPACITY REQUIREMENT PLANNING (CRP) ( DI PT. LOTUS INDAH TEXTILE INDUSTRIES SURABAYA ). Undergraduate thesis, Faculty of Industrial Technology.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (219Kb) | Preview
    [img] PDF - Published Version
    Restricted to Repository staff only

    Download (1222Kb)

      Abstract

      PT. Lotus Indah Textile Industries Surabaya adalah suatu perusahaan tekstil yang memproduksi kain bordir dengan type 45 dan 60. Perusahaan ini memproduksi barang tersebut dengan kualitas yang tinggi sesuai dengan standart yang ditentukan. Sistem produksi kain bordir di PT. Lotus Indah Textile Industries sudah terbilang lama, dan akan dilakukan analisis kapasitas. Sehingga dapat ditentukan kapasitas yang optimal sesuai dengan kebutuhan demand produk. Berdasarkan hal tersebut maka diperlukan penelitian perencanaan kebutuhan kapasitas yang optimal, sehingga kebutuhan produksi yang akan di pasarkan dapat ditepenuhi. Untuk Menyelesaikan permasalahan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode Capacity Requirement Planning ( CRP ). CRP memberikan informasi mengenai kondisi dan kapasitas yang terjadi pada perusahaan tersebut untuk dijadikan suatu tindak lanjut terhadap keadaan tersebut. Yaitu dengan ditampilkanya suatu laaporan dari Capacity Requirement Planning. Capacity Requirement Planning ( CRP ) merupakan suatu metode yang digunakan untuk menganalisa kondisi kapasitas yang terjadi pada suatu perusahaan, yaitu sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan tersebut baik sumber daya manusianya ataupun mesin yang dimiliki oleh perusahaan. Metode CRP ini untuk meberikan gambaran kondisi perusahaan, sehingga perusahaan dapat secepatnya mengantisipasi dan melakukan tindakan apabila terjadi kekurangan atau kelebihan sumber daya. Dari hasil pemecahan masalah dilakukan perbandingan antara kapasitas tersedia yang dimilliki dengan beban yang diterima sudah sesuai atau belum. Adapun kekurangan kapasitas pada perusahaan saat menggunakan 6 hari kerja dengan 3 shift adalah sebagai berikut : Heraoka 1 : Bulan Januari 28.156 jam, Februari 70.566 jam dan Maret 6.956 jam; Heraoka 2 : Bulan Januari 66.882 jam, Februari 108.892 jam, Maret 46.782 jam, April 66.882 jam, Juni 36.314 jam, Agustus 36.314 jam, September 16.274 jam, November 16.274 jam dan Desember 16.274 jam; Heraoka 3 : Bulan Februari 61.75 jam, April 18.90 jam, Juni 18.90 jam dan Agustus 18.90 jam; Heraoka 4 : Bulan Januari 9.288 jam, Februari 80.644 jam, Maret 17.714 jam, April 38.694 jam, Mei 17.714 jam, Juni 38.694 jam, Juli 17.714 jam, Agustus 38.694 jam, Oktober 9.288 jam dan Desember 17.714 jam; Heraoka 5: Bulan Januari 3.118 jam, Februari 46.428 jam, April 3.118 jam dan Juni 3.118 jam; Heraoka 6 : Bulan Januari 1.88 jam, Februari 45.05 jam, April 1.88 jam dan Juni 1.88 jam; Heraoka 7 : Bulan Januari 7.15 jam, Februari 50.46 jam, Juni 7.15 jam dan Agustus 7.15 jam; Heraoka 8 : Bulan Januari 38.048 jam, Februari 80.818 jam, April 8.381 jam, Mei 16.868 jam, Juni 38.048 jam, Juli 16.868 jam, Agustus 38.048 jam, Oktober 8.381 jam, November 16.868 jam dan Desember 16.868 jam, sehingga perusahaan harus melakukan penambahan jumlah mesin sebanyak 4 mesin dan jumlah hari kerja menjadi 7 hari kerja dengan 3 shift agar kebutuhan kapasitas yang diperlukan pada perusahaan dapat terpenuhu semuanya, bila masih ada yang mengalami kekurangan maka harus diadakan Rescheduling atau Penjadwalan Ulang.

      Item Type: Thesis (Undergraduate)
      Subjects: T Technology > TS Manufactures > TS155 Production management. Operations management
      Divisions: Faculty of Industrial Technology > Industrial Engineering
      Depositing User: Users 2 not found.
      Date Deposited: 26 Oct 2011 08:50
      Last Modified: 26 Oct 2011 08:50
      URI: http://eprints.upnjatim.ac.id/id/eprint/1897

      Actions (login required)

      View Item