PERENCANAAN KAPASITAS PRODUKSI GENTENG DENGAN METODE ROUGHT CUT CAPACITY PLANNING ( RCCP ) DI PT. KIA KERAMIK MAS

Rudi, Susanto (2010) PERENCANAAN KAPASITAS PRODUKSI GENTENG DENGAN METODE ROUGHT CUT CAPACITY PLANNING ( RCCP ) DI PT. KIA KERAMIK MAS. Undergraduate thesis, UPN "Veteran" Jatim.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (150Kb) | Preview
    [img] PDF - Published Version
    Restricted to Repository staff only

    Download (364Kb)

      Abstract

      Dewasa ini suatu perusahaan industri yang menghasilkan suatu produk harus memiliki strategi yang baik dalam pemenuhan kebutuhan konsumen. Kapasitas adalah jumlah dari keluaran maksimum yang bisa dihasilkan oleh suatu fasilitas dalam satu periode waktu tertentu dan dinyatakan dalam jumlah keluaran per satuan waktu. Dalam pemenuhan kebutuhan akan produk oleh konsumen, perusahaan perlu memperhatikan Perencanaan kapasitas dan pengendalian aktivitas produksi yang harus dilakukan dalam pemenuhan order di pasar. Pt. Kia Kermaik Mas adalah perusahaan yang bergerak dalam industry genteng. Produk genteng yang dihasilkan oleh Pt. Kia Kermaik Mas adalah Genteng (genteng keramik). Pt. Kia Kermaik Mas pada kenyataannya melakukan perencanaan produksi, tetapi pelaksanaanya tersebut hanya berdasarkan hasil penjualan periode sebelumnya, sehingga memungkinkan terjadinya waktu produksi yang tidak optimal dan mengharuskan adanya penambahan waktu produksi (jam lembur). Maka kendala yang di hadapi adalah apakah kapasitas waktu produksi sudah dapat memenuhi permintaan konsumen. Untuk mengantisipasi permasalahan tersebut diterapkan metode Rought Cut Capacity Planning (RCCP). Rought Cut Capacity Planning merupakan “analisis untuk menguji ketersediaan kapasitas fasilitas produksi yang tersedia didalam memenuhi jadwal induk produksi (Master Production Schedule) yang telah ditetapkan” dengan Teknik Bill Of Labor (BOL). Dari hasil penelitian, Dari enam stasiun kerja di Pt. Kia Keramik Mas terdapat 2 stasiun kerja yang belum memenuhi kapasitas produksi sehingga perlu mengadakan penambahan jam kerja (lembur) atau shift kerja pada setiap bulannya yaitu pada stasiun kerja proses Forming dengan penambahan jam lembur untuk bulan Juni sampai dengan Desember 2010 berturut-turut sebesar 8:4’, 16:3’, 16.3’, 16:3’, 16:3’, 16:3’, 16:3’ dan 16:3’, untuk proses Kiln perlu diadakan penambahan Sift kerja untuk bulan Juni sampai dengan Desember 2010 berturut-turut sebesar 312:224’, 326:295’, 326:295’, 326:295’, 326:295’, 326:295’, 326:295’ dan 326:295’.

      Item Type: Thesis (Undergraduate)
      Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management
      Divisions: Faculty of Industrial Technology > Industrial Engineering
      Depositing User: Users 2 not found.
      Date Deposited: 24 Feb 2011 10:36
      Last Modified: 24 Feb 2011 10:36
      URI: http://eprints.upnjatim.ac.id/id/eprint/194

      Actions (login required)

      View Item