Analisa Performansi Supply Chain Operation Referance di PT. Bayer Indonesia – Bayer CropScience dengan baik.

Dina, Suroyya (2011) Analisa Performansi Supply Chain Operation Referance di PT. Bayer Indonesia – Bayer CropScience dengan baik. Undergraduate thesis, UPN "Veteran" Jatim.

[img]
Preview
PDF (Halaman Depan - Bab1)
Download (980Kb) | Preview
    [img] PDF (Bab2 - Daftar Pustaka)
    Restricted to Repository staff only

    Download (3502Kb)

      Abstract

      ABSTRAKSI Pelaku industri mulai sadar bahwa untuk menyediakan produk yang murah, berkualitas dan cepat, perbaikan di internal sebuah perusahaan manufaktur tidaklah cukup. Ketiga aspek tersebut memerlukan peran serta semua pihak mulai dari pemasok bahan baku sampai distribusi produk ke tangan pelanggan. Sehubungan dengan itu, untuk mengetahui apakah rantai supply chain produk di PT. Bayer Indonesia – Bayer CropScience telah beroperasi dengan baik atau belum, diperlukan adanya suatu sistem pengukuran kinerja. PT. Bayer Indonesia – Bayer CropScience merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak dalam produksi dan pemasaran produk-produk perlindungan dan pengatur tumbuh tanaman yang memproduksi pestisida, PT. Bayer Indonesia – Bayer CropScience sudah memiliki kerangka pengukuran kinerja tetapi pengukuran kinerja supply chain belum ada koordinasi dan integrasi antar jaringan yang ada dalam supply chain perusahaan sehingga konsep supply chain dalam perusahaan tidak stabil. Hal ini menjadikan tidak seimbangnya antara permintaan dan pasokan produk yang ada di perusahaan. Supply Chain Management merupakan solusi yang lebih cocok dan sesuai dengan kondisi dan tujuan perusahaan. Untuk mengetahui kinerja perusahaan dengan supply chain diperlukan suatu pengukuran melalui pendekatan yaitu model Supply Chain Operations Reference (SCOR). Model ini di organisasikan 5 proses yaitu plan, source, make, deliver, return dapat berjalan dengan baik. Dari hasil pengukuran performasi supply chain PT. Bayer Indonesia – Bayer CropScience dapat diketahui bahwa nilai performansi yang paling tinggi terdapat pada periode pada bulan April 2010 sebesar 82,99 (baik). dan nilai performasi supply chain yang paling rendah terdapat pada periode Agustus sebesar 62,07(cukup). Dari hasil penelitian dapat juga diketahui nilai dari masing-masing KPI adalah sebagai berikut : Percentage of Adjusted Production Quantity (60,04); Planning Employee Reliability (83,33); Internal Relationship (79,16); Source Employee Reliability (79,1); Supplier Delivery Lead Time (42,22); Material Order Cost (64,95); Payment Term (95,55); Breakdown Time Percentage (81,01); Manufacturing Employee Reliability (87,5); Delivery Lead Time (93,32); Minimum Delivery Quantity (35,25); Number of Customer Complaint (85,42).Dari nilai-nilai tersebut dapat diketahui bahwa ada dua KPI yang mempunyai nilai skor rendah yang memerlukan prioritas untuk dilakukan pembenahan yaitu yang mempunyai nilai dibawah 50 point : Supplier Delivery Lead Time (42,22); Minimum Delivery Quantity (35,22). Kata Kunci : Supply Chain, Supply Chain Operations Reference (SCOR).

      Item Type: Thesis (Undergraduate)
      Subjects: T Technology > T Technology (General) > T55.4 Industrial engineering. Management engineering
      T Technology > T Technology (General) > T55.4 Industrial engineering. Management engineering > T60 Work measurement. Methods engineering
      Divisions: Faculty of Industrial Technology > Industrial Engineering
      Depositing User: Users 6 not found.
      Date Deposited: 09 Nov 2011 15:21
      Last Modified: 09 Nov 2011 15:22
      URI: http://eprints.upnjatim.ac.id/id/eprint/2144

      Actions (login required)

      View Item