PENGARUH PEMBERIAN MACAM URIN TERNAK DAN MACAM KOMPOS TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN KANGKUNG DARAT (Ipomoea sp.) ORGANIK

Agustinha Da costa, G (2011) PENGARUH PEMBERIAN MACAM URIN TERNAK DAN MACAM KOMPOS TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN KANGKUNG DARAT (Ipomoea sp.) ORGANIK. Undergraduate thesis, Faculty of Agriculture.

[img]
Preview
PDF (Cover - Bab I)
Download (91Kb) | Preview
    [img] PDF (Bab II - Daftar pustaka)
    Restricted to Repository staff only

    Download (80Kb)

      Abstract

      Kangkung (Ipomoea sp.) adalah tanaman sayuran yang dapat ditanam di dataran rendah, maupun dataran tinggi. Tanaman tersebut merupakan jenis tanaman sayuran daun, termasuk kedalam famili Convolvulaceae. Tanaman kangkung dalam sistematika tumbuh-tumbuhan klasifikasikan kedalam division magnoliophy kelas Magnoliopsida, ordo solanales, suku Convolvulaceae, Marga Ipomoea atau keluarga kangkung-kangkungan, merupakan tanaman yang tumbuh cepat dan memberikan hasil dalam waktu 3 sampai 4 minggu. Pertanian Organik adalah sebuah bentuk solusi baru guna menghadapi kebuntukan yang dihadapi petani sehubungan dengan maraknya intervensi barang-barang kimia sintetis atas dunia pertanian sekarang ini, seperti: pupuk, pestisida dan zat, perangsang tumbuh. Pertanian organik dapat memberi perlindungan terhadap lingkungan dan konservasi sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui, memperbaiki kualitas hasil pertanian, menjaga pasokan produk pertanian sehingga harganya relatif stabil, serta memiliki orientasi dan memenuhi kebutuhan hidup kearah permintaan pasar. Beberapa limbah ternak yang sering digunakan dalam budidaya sayuran adalah tenak sapi, kambing dan kelinci. Dari masing-masing limbah ternak mempunyai kelebihan dan kekurangan, oleh karena itu akan diteliti pengaruh terhadap pertumbuhan sayuran kangkung darat. Limbah ternak dalam bentuk cair lebih mudah dimanfaatkan oleh tanaman karena unsurunsur di dalamnya mudah terurai dan tidak dalam jumlah yang terlalu banyak hingga manfaatnya lebih cepat. Pupuk cair dapat berasal dari urin ternak dan rasio penggunaan urin ternak akan mempengaruhi kualitas unsur hara yang terkandung dalam pupuk cair. Manfaat limbah ternak adalah untuk menambah kandungan bahan organik atau humus, memperbaiki sifat-sifat fisika tanah terutama struktur daya serap air dan meningkatkan kesuburan tanah dengan menambah unsur hara bagi tanaman sehingga melindungi tanah terhadap kerusakan erosi. Limbah kelinci serapan unsur hara tiap tanaman juga mempengaruhi produksinya, pada tanaman sayuran muda menyerap unsur N, P2O5 dan K2O yang paling tinggi, hasil juga lebih tinggi, sedangkan pada tanaman pakan serapan tertinggi unsur nitrogen. Percobaan di lakukan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan Nasional “Veteran”Jawa Timur Surabaya. Percobaan ini dimulai pada bulan April sampai dengan bulan Juni 2011. Penelitian ini merupakan percobaan factorial yang disusun dalam Rancangan lengkap (RAL) yang terdapat dari dua faktor yang diulang tiga kali. Faktor pertama yaitu pemberian macam urin ternak yang terdiri atas 4 taraf, yaitu kontrol (tanpa urin =U0), Urin sapi (U1,) Urin kambing (U2) dan Urin kelinci ( U3). Sedangkan taraf kedua adalah macam kompos yang terdiri dari 3 taraf yaitu Tanpa kompos (control = K 0), Kompos daun (K1), dan Kompos limbah kelinci (K2). Perubah pengamatan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kangkung darat meleputi : tinggi tanaman,jumlah daun bobot segar tanaman hasil panen, panjang daun, lebar daun, jumlah akar dan panjang akat terpanjang. Hasil penelitian menujukkan bahwa 1) Terdapat interaksi nyata antara perlakuan macam ternak dan macam kompos terhadap jumlah daun pada umur 16 dan 21 hst dan bobot tanaman tanpa akar. Kombinasi perlakuan terbaik ditunjukkan oleh pemberian U2K2 (urin kambing dan kompos limbah kelinci), sedangkan panjang daun umur 16 hst oleh pemberian U2K2. Peningkatan jumlah daun, bobot tanaman tanpa akar dan panjang daun tanaman kangkung darat oleh pengaruh perlakuan kombinasi U2K2 berturut-turut adalah sebesar 68 %, 16 % dan 94 % dibandingkan dengan kontrol (U0K0). 2) Urin ternak berpengaruh nyata terhadap semua perubah pengamatan pertumbuhan dan hasil taninaman kangkung darat. Urin kambing menghasilkan pertumbuhan yang terbaik. Peningkatan tinggi tanaman, lebar daun, bobot segar kangkung darat umur 21 hst oleh pengaruh perlakuan urin kambing (U2) berturut-turut adalah sebesar 27.63 %, 43 % dan 23 % dibandingkan dengan kontrol. 3) Kompos berpengaruh nyata terhadap semua perubah pertumbuhan dan hasil tanaman kangkung darat. Kompos limbah kelinci menghasilkan pertumbuhan yang terbaik. Peningkatan tinggi tanaman, jumlah daun, akar terpanjang, bobot akar, bobot segar kangkung darat umur 21 hst oleh pengaruh pemberian kompos limbah kelinci (K2) berturu-turut adalah sebesar 96 %, 84 % ,99%, 60 % dan % 23 dibandingkan dengan kontrol.

      Item Type: Thesis (Undergraduate)
      Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
      Divisions: Faculty of Agriculture > Agritechnology
      Depositing User: Users 2 not found.
      Date Deposited: 16 Nov 2011 13:28
      Last Modified: 16 Nov 2011 13:29
      URI: http://eprints.upnjatim.ac.id/id/eprint/2245

      Actions (login required)

      View Item