OPINI MASYARAKAT SURABAYA TENTANG KEPOLISIAN PASCA PEMBERITAAN TENTANG BRIPTU NORMAN KAMARO DI TELEVISI.

FANDI , AHMAD (2011) OPINI MASYARAKAT SURABAYA TENTANG KEPOLISIAN PASCA PEMBERITAAN TENTANG BRIPTU NORMAN KAMARO DI TELEVISI. Undergraduate thesis, UPN "Veteran" Jatim.

[img]
Preview
PDF (Cover - Bab1)
Download (1083Kb) | Preview
    [img] PDF (Bab2 - Daftar Pustaka)
    Restricted to Repository staff only

    Download (3476Kb)

      Abstract

      ABSTRAKSI FANDI AHMAD, OPINI MASYARAKAT SURABAYA TENTANG KEPOLISIAN PASCA PEMBERITAAN TENTANG BRIPTU NORMAN KAMARO DI TELEVIS. Beberapa pekan belakangan ini, Seperti yang sedang ramai di beritakan saat ini adalah adanya berita di koran, internet, televisi maupun radio yang menyajikan informasi tentang fenomena Briptu Norman Kamaru, Anggota Brimob Gorontalo yang ngetop belakangan ini lewat aksi lipsync-nya. Beberapa media memberitakan fenomena ini dengan begitu seringnya sehingga citra kepolisian terangkat ke media. Dengan adanya pemberitaan ini akan menjadi jembatan bagi lembaga kepolisian untuk mencitrakan dirinya, sebagai lembaga yang berbeda dimasyarakat. Momen Inilah yang coba ditangkap oleh Humas atau Public Relation (PR) lembaga Kepoliosian untuk mencari kepercayaan masyarakat. Briptu Norman yang saat ini menjadi pusat perhatian masyarakat Indonesia, peristiwa ini dapat berdampak yang positif bagi citra polisi dan fenomena yang tidak lazim di tengah image yang melekat selama ini dalam tubuh anggota dan institusi kepolisian. Ketika video ini di ketahui banyak petinggi kepolisian memberitakan bahwa kejadian tersebut akan mendapatkan sanksi yang cukup berat bagi Briptu Norman karena melalukan aksi tersebut dengan baju seragam. Akan tetapi seiring dengan banyaknya dukungan yang mengalir dari masyarakat keputusan itu tidak jadi terlaksana. peristiwa inilah yang dicoba kepolisian untuk mengubah citra buruk di masyarakat menjadi lebih baik yang dulu seakan – akan kepolisian itu bukan pelindung tapi ditakuti keberadaanya Landasan teori yang digunakan yaitu Teori S-O-R (Stimulus-Organisme-Respon). Peneliti ini menganalisis fenomena tersebut mengacu pada komponen opini yang terdiri dari : komponen negatif (kecenderungan tidak mendukung), komponen Netral mengetahui tentang pemberitaan. Tetapi tayangan tersebut tidak terlalu berpengaruh bagi mereka. Tayangan tersebut hanya dijadikan sebagai tambahan pengetahuan dan informasi. komponen Positif (Kecenderungan berperilaku mendukung apa yang dilakukan). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan metodelogi kuantitatif khususnya survey deskriptif dimana jenis survey ini digunakan untuk menggambarkan (mendeskripsikan) populasi yang sedang diteliti. Dan penarikan sample dengan menggunakan teknik Twostage Cluster Random Sampling . Dari analisis dan interpretasi data yang telah diuraikan pada bab IV maka dapat disimpulkan bahwa ada 3 (tiga) aspek opini yang mendasari pemirsa untuk menyaksikan pemberitaaan tentang Briptu Norman Kamaro, yaitu Aspek Negatif, aspek Netral, Aspek Positif. Dari keseluruhan opini tersebut diketahui dari ketiganya semua pada kategori Positif. Kata Kunci : Opini, Lembaga Kepolisian, Pemberitaan, Briptu Norman Kamaro, Di Televisi.

      Item Type: Thesis (Undergraduate)
      Subjects: P Language and Literature > P Philology. Linguistics > P87 Communication. Mass Media
      Divisions: Faculty of Social Sciences and Political Sciences > Communication Studies
      Depositing User: Users 6 not found.
      Date Deposited: 16 Nov 2011 15:13
      Last Modified: 16 Nov 2011 15:14
      URI: http://eprints.upnjatim.ac.id/id/eprint/2255

      Actions (login required)

      View Item