REPRESENTASI PEREMPUAN BERPENAMPILAN MASKULIN DALAM FILM GET MARRIED (Studi Semiotika Representasi Perempuan Berpenampilan Maskulin Dalam Film Get Married )

MARYO , SIMON RISAMBESSY (2011) REPRESENTASI PEREMPUAN BERPENAMPILAN MASKULIN DALAM FILM GET MARRIED (Studi Semiotika Representasi Perempuan Berpenampilan Maskulin Dalam Film Get Married ). Undergraduate thesis, Faculty of Social Sciences and Political Sciences.

[img]
Preview
PDF (Cover - Bab1)
Download (982Kb) | Preview
    [img] PDF (Bab2 - Daftar Pustaka)
    Restricted to Repository staff only

    Download (3269Kb)

      Abstract

      Film sering sekali mengangkat masalah perbedaan gender, ataupun diskriminasi gender, yang mana telah menjadi ketimpangan dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara bahkan di era modern ini. Kehidupan perempuan dikonstruksikan dalam film sebagai pendamping laki-laki yang selalu menuruti kehendak laki-laki dan selalu menjadi pemanis (pemeran tambahan) saja bahkan sampai menjadi objek imajinasi laki-laki. Namun ketika yang menjadi tokoh utama perempuan dalam sebuah film, perempuan dikonstruksikan sebagai sosok yang kuat, yang memiliki kekuatan seorang laki-laki, yang mampu menghadapi segala situasi permasalahannya, bahkan berpenampilan maskulin. Perempuan Berpenampilan maskulin dapat dikatakan sebagai Androgini, yang berarti percampuran antara kedua gender perempuan dan laki-laki, atau dapat juga dijelaskan bahwa androgini adalah pribadi yang tidak sepenuhnya maskulin maupun feminine. Perempuan androgini adalah mereka yang tidak takut pada tubuh mereka yang feminin, tetapi feminitas yang mereka perlihatkan bukan lagi feminitas pasif. Perempuan tidak takut pada bidang yang distereotypekan sebagai dunia lakilaki. Perempuan androgini seringkali disamakan dengan tomboy, namun terkadang perempuan tomboy juga seringkali disamakan dengan perempuan lesbian (Homoseksual). Berkaitan dengan hal tersebut diatas, maka tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui representasi perempuan berpenampilam maskulin yang terdapat dalam film Get Married. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan menggunakan teori yang dikemukakan John Fiske, melalui level Realitas dan level representasi, yaitu dengan teknik dokumentasi mengamati secara langsung keseluruhan tanda dan lambang yang terdapat dalam film tersebut, sehingga tipe penelitian ini adalah deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, untuk menilai akan kepribadian seseorang tidak dapat dilihat atau diukur melalui tampilan luarnya, namun dapat melalui kedekatan yang terjalin sehingga dapat lebih mengenal dan memahami tentang diri seseorang. Kata kunci : Film, Androgini, Semiotika, Film Get Married

      Item Type: Thesis (Undergraduate)
      Subjects: P Language and Literature > P Philology. Linguistics > P87 Communication. Mass Media
      P Language and Literature > P Philology. Linguistics > P99 Semiotics. Signs and symbols
      P Language and Literature > PN Literature (General) > PN1990 Broadcasting
      Divisions: Faculty of Social Sciences and Political Sciences > Communication Studies
      Depositing User: Fitri Yulianto
      Date Deposited: 16 Nov 2011 16:01
      Last Modified: 16 Nov 2011 16:02
      URI: http://eprints.upnjatim.ac.id/id/eprint/2261

      Actions (login required)

      View Item