”REPRESENTASI PEREMPUAN DALAM FILM PASIR BERBISIK” (Study Semiotik Representasi Perempuan dalam Film Pasir Berbisik).

MERRY , PRAMESTA WIRAYANTI (2011) ”REPRESENTASI PEREMPUAN DALAM FILM PASIR BERBISIK” (Study Semiotik Representasi Perempuan dalam Film Pasir Berbisik). Undergraduate thesis, Faculty of Social Sciences and Political Sciences.

[img]
Preview
PDF (Cover - Bab1)
Download (964Kb) | Preview
    [img] PDF (Bab2 - Daftar Pustaka)
    Restricted to Repository staff only

    Download (4Mb)

      Abstract

      Film Pasir Berbisik menceritakan perjuangan perempuan melawan keterikatn pada hubungan kekuasan yang menempatkan kedudukan yang lebih rendah dari pada laki – laki. Nilai, mitos, dan norma yang berkembang melali proses sosialisasi dalam keluarga maupun masyarakat pada umumnya sangat tidak menuntungkan posisi perempuan dalam sebuah relasi gender. Kajian ini bertujuan menginterpretasikan atau memahami makna symbol – symbol dalam gambar film Pasir Berbisik dengan menggunakan teori John Fiske dimana ia menganalisis berdasarkan system realitas, representasi, dan ideology yang mengarahkan pada makna – makna cultural yang melibatkan symbol – symbol, histories, dan hal yang berhubungan dengan emosional, sehingga tafsiran makna yang tersurat dan tersirat dalam film Pasir Berbisik dapaat dihasilkan. Pengambilan keputusan yang tidak rasional banyak digambarkan dalam film ini, yakni ketika seorang gadis harus aborsi karena takut ketahuan orang tuanya dan dari laki laki yang menghamili tidak mau bertanggung jawab. Pada penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode semiotik. Pendekatan semiotikyang dikemukakan oleh John Fiske dengan analisis sinema film (grammar and tv culture) melalui level realitas, level representasi, dan level ideology. Peran – peran produktif yang tecermin dalam film ini, ketika muncul kesatuan seksual yaitu lingkungan yang tak berujung, perempuan dikodratkan untuk hamil dan melahirkan. Secara social perempuan adalah nomor dua dibawah laki – laki, secara spiritual dia menerima dan mendukung laki – laki. Film Indonesia merepresentasikan perempuan dalam perannya yang tergantung pad laki – laki dan film Indonesia harus dpat mengubah stereotype tersebut. Meskipun gambaran perempuan dalam film Indonesia yang hanya ada pada dua titik ekstrim yaitu lemah dan perkasa. Mungkin lebih disebabkan oleh “miskin”nya pola pikir tentang pemahaman tentang realitas, tak mengenal konsep perubahan dan lebih menikmati terhadap apa yang ada didalam benaknya sendiri. Hasil temuan data menyimpulkan bahwa dalam Film Pasir Berbisi perempuan digambarkan sebagai sosok yang mandiri. Digambarkan sosok Berlian yang bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari – hari dan sekaligus menjadi kepala rumah tangga. Di dalam film ini sosok laki – laki hanya digambarkan sebagai subjek yang dijadikan pemuas nafsu, pemunculan karakter laki – laki menambah stereotype bahwa kaum laki – laki dapat berbuat apa saja demi tersalurkan semua keinginannya.

      Item Type: Thesis (Undergraduate)
      Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
      D History General and Old World > D History (General)
      P Language and Literature > P Philology. Linguistics > P87 Communication. Mass Media
      P Language and Literature > P Philology. Linguistics > P99 Semiotics. Signs and symbols
      Divisions: Faculty of Social Sciences and Political Sciences > Communication Studies
      Depositing User: Fitri Yulianto
      Date Deposited: 16 Nov 2011 16:09
      Last Modified: 16 Nov 2011 16:09
      URI: http://eprints.upnjatim.ac.id/id/eprint/2262

      Actions (login required)

      View Item