PENGGAMBARAN PENEGAKAN HUKUM DI INDONESIA DALAM LIRIK LAGU ”ANDAI AKU GAYUS TAMBUNAN” (Studi Semiotik Penggambaran Penegakan Hukum di Indonesia dalam Lirik Lagu ”Andai Aku Gayus Tambunan” Oleh Bona Paputungan)

RIZKY , PUTRI WINASTITI (2011) PENGGAMBARAN PENEGAKAN HUKUM DI INDONESIA DALAM LIRIK LAGU ”ANDAI AKU GAYUS TAMBUNAN” (Studi Semiotik Penggambaran Penegakan Hukum di Indonesia dalam Lirik Lagu ”Andai Aku Gayus Tambunan” Oleh Bona Paputungan). Undergraduate thesis, Faculty of Social Sciences and Political Sciences.

[img]
Preview
PDF (Cover - Bab1)
Download (1215Kb) | Preview
    [img] PDF (Bab2 - Daftar Pustaka)
    Restricted to Repository staff only

    Download (2963Kb)

      Abstract

      Musik merupakan satu kata yang amat menarik untuk diperbincangkan, diperdebatkan dan diamati. Musik dalam hal ini telah menjadi fenomena, tidak bisa dipisahkan dari lingkar hidup manusia. Fenomena kebrobokan terhadap penegakan hukum di Indonesia membuat Bona Paputungan untuk membuat judul lagu ”Andai Aku gayus Tambunan”. Syair lagu ini merupakan salah satu kritik sosial. Betapa tidak adilnya perlakuan hukum di negeri ini digambarkan dua sosok yang kontras. Satunya bisa melenggang ke luar tahanan karena bisa menyuap aparat. Satunya lagi tidak bisa banyak berbuat karena tidak memiliki uang. Alasan peneliti memilih Bona Paputungan adalah karena kiprah maestro mafia pajak Gayus Tambunan yang telah menginjak-injak hukum Indonesia menginspirasi Bona Paputungan. Bona pun lantas menciptakan sebuah lagu khusus untuk Gayus. Lagu yang berjudul “Andai Aku Gayus Tambunan” tersebut di posting di situs Youtube, Jumat 14 Januari 2011. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode Semiotik Saussure yaitu, dengan menghubungkan antara Signifier dan Signified dalam lirik lagu tersebut sehingga dapat diperoleh interprestasi data yang benar-benar berkualitas. Penggambaran penegakan hukum di Indonesia dalam lirik lagu “Andai Aku Gayus Tambunan” adalah untuk mengetahui bagaimana penggambaran penegakan hukum di Indonesia dalam lirik lagu. Sebagian orang memandang kritik tentang penegakan hukum di Indonesia sebagai suatu realitas yang wajar, namun tidak semua orang memiliki pemaknaan yang sama terhadap suatu realitas. Hal ini bersifat subyektif, tergantung dari latar belakang individu yang memaknainya. Hasil ini menunjukkan bahwa Melalui larik kedua lirik lagu “Andai Aku Gayus Tambunan”, Hukum di Indonesia digambarkan seperti barang dagangan. Para aparat hukum memperjual-belikan hukum, karena memang sistem hukum di Indonesia sudah sedemikian korup. Hukum dapat dibeli dengan uang lalu masyarakat kecil yang tidak memiliki apapun harus menerima dengan pasrah situasi yang mendera mereka. Aparat hukum, baik polisi, jaksa, dan hakim, hanya berorientasi pada uang. Bukan menegakkan keadilan. Siapa yang kuat membayar, merekalah yang akan menang. Hukum sudah seperti barang dagangan yang diperjual-belikan oleh para polisi, jaksa, dan hakim. Biasanya, para pengacara yang akan jadi perantara antara terdakwa dengan para aparat hukum tersebut. Kata Kunci: Penggambaran, Semiotik, Penegakan Hukum, Penegakan Hukum di Indonesia

      Item Type: Thesis (Undergraduate)
      Subjects: P Language and Literature > P Philology. Linguistics > P99 Semiotics. Signs and symbols
      Divisions: Faculty of Social Sciences and Political Sciences > Communication Studies
      Depositing User: Fitri Yulianto
      Date Deposited: 17 Nov 2011 14:57
      Last Modified: 01 Mar 2012 07:55
      URI: http://eprints.upnjatim.ac.id/id/eprint/2292

      Actions (login required)

      View Item