Peningkatan dan Perbaikan Kualitas Produk "Sepatu" dengan Menggunakan Siklus Dmaic pada Six Sigma di CV. X Mojokerto

Rusindiyanto , - (2008) Peningkatan dan Perbaikan Kualitas Produk "Sepatu" dengan Menggunakan Siklus Dmaic pada Six Sigma di CV. X Mojokerto. In: Seminar Nasional Waluyo Jatmiko II , Surabaya.

[img]
Preview
PDF
Download (70Kb) | Preview

    Abstract

    Di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat, kualitas menipakan salah satu faktor yang sangat penting bagi sebuah perusahaan untuk bertahan hidup. Cv X merupakan salah stu perusahaan yang menghasilkan produk sepatui, dimana kualitas produk tanpa cacat atau zero defect adalah sangat diharapkan oleh konsumen. Akan tetapi masih banyak ditemukan penyimpangan - penyimpangan kualitas, sehingga dapat mempengaruhi perfomansi dari produk yang dihasilkan. Penelitian ini difokuskan pada produk sepatu dengan merk "Precise" dengan model Bercelona. Berdasarkan permasalahan yang dihadapi, maka tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasikan karakteristik produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen, menganalisa baseline kinerja, menentukan target yang ingin dicapai oleh perusahaan dan mengidentifikasikan faktor - faktor penyebab terjadinya kecacatan produk. Untuk itu dalam penelitian ini permasalahan yang diangkat adalah bagaimana meningkatkan dan memperbaiki kualitas produk "sepatu" dengan menggunakan siklus DMAIC (Define, Measure. Analyze, Improve, Control) pada Six Sigma. Pada tahap define dapat didefinisikan karakteristik kualitas untuk masing - masing sub proses. Untuk sub proses cutting karakteristiknya adalah ukuran pemotongan, kualitas pemotongan, kondisi bahan dan kondisi pisau potong. Proses stitching karakteristiknya adalah kerapian jahitan, kebersihan jahitan, ukuran jahitan, benang harus terkunci / jahitan terkunci, jarak dan jumlah jahitan, sedangkan untuk proses assembly karakteristiknya adalah kualitas pengeleman, penempelan outsole dan upper kurang kuat, kesamaan bagian ujung sepatu, kesamaan kedudukan dan ketinggian sepatu, kesesuaian ukuran upper antara kiri dan kanan dan kebersihan sepatu. Pada tahap measure dilakukan pengukuran baseline kinerja saat ini, dan proses yang memiliki kecacatan paling tinggi adalah proses stitching dengan nilai DPMO sebesar 23.217 dan nilai Kapabilitas Sigmanya sebesar 3,50 Sigma diikuti oleh proses assembly dengan nilai DPMO sebesar 19.900 dan nilai kapabilitas Sigmanya sebesar 3,56 Sigma dan proses yang memiliki kecacatan paling rendah adalah proses cutting dengan nilai DPMO sebesar 17.857 dan nilai kapabilitas Sigmanya sebesar 3,60 Sigma. Target kinerja ditentukan dengan jalan mengurangi baseline kinerja DPMO sebesar 5,8 % dari jumlahh baseline kinerja DPMO, karena produk yang dihasilkan oleh penrusahaan telah melebihi jumlah order sebanyak 5,8 %, sehingga target kinerja untuk masing - masing sub prows adalah menurunkan DPMO sebesar 5,80 % dan meningkatkan kapabilitas Sigmanya sebesar 0,83 % untuk proses cuttin, tnenuntnkan DPMO sebesar 5.79 % dan meni ngkatkan kapabilitas Sigmanya sebesar 0,57 % untuk proses, stitching, menurunkan DPMO sebesar x,79 % dan meningkatkan kapabilitas Sigmanya sebesar 0.84 % untuk proses assembly. Pada tahap analyze ditemukan faktor penyebab terjadinya defect, pada tahap improve ditetapkan rencana tindakan untuk mengurangi dan menghilangkan defect, pada tahap control dibuat mekanisme kontrol. Hasil dan penelitian ini diperoleh suatu hasil mekanisme sistem kontrol terhadap proses produksi sehingga dapat mengurangi penyebab timbulnva cacat produk pada proses produksi mendatang dan diharapkan dapat memberikan keuntungan yang lebih baik bagi perusahaan.

    Item Type: Conference or Workshop Item (Paper)
    Subjects: T Technology > TS Manufactures > TS155 Production management. Operations management
    Divisions: Conference/Seminar > Seminar Nasional Waluyo Jatmiko II
    Depositing User: Fatchullah Z.A
    Date Deposited: 14 Mar 2012 14:05
    Last Modified: 14 Mar 2012 14:05
    URI: http://eprints.upnjatim.ac.id/id/eprint/2925

    Actions (login required)

    View Item