Pengukuran Implementasi Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (k3) dan Pengkategorian Hazard dengan Pendekatan Risk Assessment Di PT Filtrona INDONESIA

Iriani, - (2008) Pengukuran Implementasi Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (k3) dan Pengkategorian Hazard dengan Pendekatan Risk Assessment Di PT Filtrona INDONESIA. In: Seminar Nasional Waluyo Jatmiko II , Surabaya.

[img]
Preview
PDF
Download (121Kb) | Preview

    Abstract

    Di PT Filtrona INDONESIA merupakan salah satu perusahaan yang membuat filter rokok. Evaluasi / audit terhadap implementasi program Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) merupakan hal rutin yang harus dilaksanakan setiap perusahaan. Pengukuran keberhasilan implementasi program K3 yang didasarkan pada parameter output jumlah kecelakaan saja yang terjadi, kurang obyektif karena tidak mempertimbangkan proses yang ditempuh untuk mendapatkan output tersebut. Audit internal yang digunakan oleh PT FILTRONA INDONESIA, selama ini juga menekankan pada parameter banyaknya kecelakaan yang terjadi tetapi check list yang digunakan masih bersifat umum sehingga belum dapat menunjukkan secara obyektif sejauh mana pencapaian program implementasi. Hasil dari audit tersebut akan member gambaran mengenai keberhasilan tingkat implementasi program K3 dan rekomendasi / saran mengenai kekurangan yang perlu diperbaiki atau keberhasilan yang perlu dipertahankan dan lebih ditingkatkan. Dalam penelitisn ini dikembangkan model pengukuran keberhasilan implementasi program K3 yang digabungkan dengan parameter jumlah kecelakaan kerja yang terjadi dan proses implementasi program K3. Selain itu juga dilakukan identifikasi dan perangkingan terhadap hazard denngan pendekatan risk assessment. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pencapaian tingkat implementasi program K3 di PT. FILTRONA INDONESIA sebesar 86,09635 % sehingga termasuk dalam kategori hijau. Level/tingkat implementasi program K3 di PT FILTRONA INDONESIA berada pada level 2 (cukup aman). Adapun analisa terhadap kategori bahaya dapat menjadi tiga yaitu pertama, ada satu sumber kategori bahaya (hazard) yang mendapat rangking 2 (high risk), yaitu : menjalankan boiler, kedua, ada tiga belas sumber kategori bahaya (hazard) yang mendapat rangking 3 (moderate risk), yaitu : mengasah pisau, memasang pisau, mengangkat / menurunkan barang (manual), penataan barang di gudang kurang rapi, pengisian lem, area kerja Forklift (FLT), mengisi tendon triacetine, pengelasan listrik dan acetylene, menggerinda logam dengan mesin bubut, mengebor logam / kayu/ dinding, perbaikan mesin, menjalankan genset, menjalankan kompresor,: ketiga : ada 3 sumber bahaya (hazard) yang mendapat rangking 4 (low risk), yaitu : starting mesin, pengisian BBM dan charging FLT (Forklift), membersihkan gudang.

    Item Type: Conference or Workshop Item (Paper)
    Subjects: T Technology > T Technology (General) > T55 Industrial Safety
    Divisions: Conference/Seminar > Seminar Nasional Waluyo Jatmiko II
    Depositing User: Fatchullah Z.A
    Date Deposited: 14 Mar 2012 12:54
    Last Modified: 18 Jun 2012 12:02
    URI: http://eprints.upnjatim.ac.id/id/eprint/2932

    Actions (login required)

    View Item