KARAKTERISTIK PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI JAMUR TIRAM (Pleurotus ostreatus ) DIDATARAN MEDIUM PADA MEDIA SERESAH

Widiwurjani, - and Guniarti, - (2010) KARAKTERISTIK PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI JAMUR TIRAM (Pleurotus ostreatus ) DIDATARAN MEDIUM PADA MEDIA SERESAH. In: Seminar Nasional : Peningkatan Kompatibilitas Kinerja Teknologi Pertanian, 15-16 Desember 2010, Surabaya.

[img]
Preview
PDF
Download (166Kb) | Preview

    Abstract

    Jamur tiram merupakan produk pertanian yang mempunyai nilai bisnis cukup menjanjikan petani saat ini. Jamur tiram biasa dibudidayakan didataran tinggi dengan media buatan yang disebut baglog. Bahan utama baglog terbuat dari serbuk kayu. Untuk memperluas kegiatan agribisnis jamur tiram maka perlu perluasan daerah budidaya ke dataran medium sedangkan untuk mengatasi kekurangan bahan baku maka perlu dilakukan penelitian tentang penggunaan bahan seresah sebagai bahan subtitusi untuk bahan dasar media. Bahan seresah yang diteliti adalah seresah dari tanaman lamtoro (S1), thithonia (S2), jerami kering(S3) dan sampah pekarangan (S4) melalui proses pengomposan. Penggunaan bahan seresah untuk media tumbuh jamur tersebut prosentase pemberiannya diatur sebagai berikut yaitu 75%, 50% dan 25% . Metode pengamatan yang digunakan adalah identifikasi secara kuantitatif dengan cara menganalisis data pengamatan parameter pertumbuhan. Analisis yang dipakai adalah analisis sidik ragam dengan uji Bedanyata Jujur dan Uji Dunnet serta analisis regresi polynomial untuk menunjukkan pola karakteristik pertumbuhan dan produksi jamur pada berbagai media tumbuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Terdapat interaksi yang nyata antara macam dan prosentase penggunaan bahan subtitusi. Media tumbuh yang mampu memberikan hasil terbaik adalah media yang berasal dari bahan subtitusi sebesar 25% baik dari seresah lamtoro, thitonia, jerami dan sampah pekarangan. Bahan subtitusi lamtoro dan thitonia sebesar 50% mampu mendukung pertumbuhan dan produksi jamur yang baik pada panen periode awal. Media yang mempunyai kemampuan tumbuh dan produksi yang sama dengan media kontrol adalah media yang berasal dari 25% bahan subtitusi seresah lamtoro, thitonia, jerami dan sampah pekarangan sehingga perlakuan S1P3, S2P3,S3P3 dan S4P3 dapat direkomendasikan sebagai solusi jika petani kekurangan bahan baku serbuk kayu sebagai media utama untuk pertumbuhan jamur. Karakteristik pola pertumbuhan jamur menunjukkan pola yang bervariasi. Jamur yang tumbuh pada media jerami dan sampah pekarangan cenderung menunjukkan karakteristik pola pertumbuhan yang sama dengan kontrol sedangkan jamur yang tumbuh pada media lamtoro dan thitonia cenderung menunjukkan karakteistik pola pertumbuhan yang berbeda dengan kontrol. Periode pertumbuhan jamur yang tumbuh pada media lamtoro dan thithonia sebesar 50-75% cenderung lebih pendek dari periode pertumbuhan jamur yang tumbuh pada media subtitusi sebesar 25% sehingga diperoleh nilai total produksi dan BER yang berbeda pula. Nilai total produksi dan nilai BER yang mendekati kontrol diperoleh pada media subtitusi bahan seresah lamtoro, thitonia, jerami dan sampah pekarangan sebanyak 25% kemudian diikuti dengan media subtitusi dari seresah lamtoro dan thitonia sebesar 50%.

    Item Type: Conference or Workshop Item (Paper)
    Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
    Divisions: Conference/Seminar > Seminar Nasional : Peningkatan kompatibilitas kinerja Teknologi Pertanian di bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat ...
    Depositing User: Users 2 not found.
    Date Deposited: 12 Apr 2012 14:38
    Last Modified: 12 Apr 2012 14:38
    URI: http://eprints.upnjatim.ac.id/id/eprint/3127

    Actions (login required)

    View Item