IDENTIFIKASI PENGUKURAN PROGRAM KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) DENGAN PENDEKATAN RISK ASSESSMENT DI PT. IPS, Pasuruan

Yuliatin , Ali S. (2010) IDENTIFIKASI PENGUKURAN PROGRAM KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) DENGAN PENDEKATAN RISK ASSESSMENT DI PT. IPS, Pasuruan. In: Seminar Nasional Teknik Industri Waluyo Jatmiko 2010, 23 Pebruari 2010, Surabaya.

[img]
Preview
PDF
Download (369Kb) | Preview

    Abstract

    PT. IPS Pasuruan merupakan salah satu perusahaan yang memmproduksi Meubel. Evaluasi / audit terhadap implementasi program K3 merupakan hal rutin yang harus dilaksanakan oleh setiap perusahaan. Audit internal yang digunakan oleh PT. IPS selama ini juga menekankan pada parameter banyaknya kecelakaan yang terjadi, namun checklist yang digunakan masih bersifat umum sehingga belum dapat menunjukkan secara obyektif sejauh mana pencapaian program imnplementasi. Hasil dari audit tersebut akan memberi gambaran mengenai keberhasilan tingkat implementasi program K3 dan rekomendasi atau saran mengenai kekurangan yang perlu diperbaiki maupun keberhasilan yang perlu dipertahankan dan lebih ditingkatkan. Dalam penelitian ini dikembangkan model pengukuran keberhasilan implementasi program K3 yang digabungkan dengan parameter jumlah kecelakaan kerja yang terjadi dan proses implementasi program K3. Selain itu juga dilakukan identifikasi dan perangkingan terhadap hazards dengan pendekatan risk assessment. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, pencapaian tingkat implementasi program K3 di PT. IPS sebesar 86,962 %, sehingga termasuk dalam kategori hijau. Level / tingkat implementasi program K3 di PT. IPS berada pada level 2 (cukup aman). Adapun analisa terhadap sumber bahaya, yaitu pertama, ada satu sumber bahaya (hazards) yang mendapat ranking 2 (high risk), yaitu : membentuk komponen menggunakan mesin spindel; kedua ada sepuluh sumber bahaya (hazards) yang mendapat ranking 3 (moderate risk), yaitu : mengasah pisau, memasang pisau, mengangkat / menurunkan barang (manual), penataan barang digudang kurang nipi, membelah kayu, area kerja Forklift (FLT), pengelasan listrik, menyepet produk / finishing, menggosok kayu (mesin sending), perbaikan mesin; ketiga ada ketiga ada dua sumber bahaya (hazards) yang mendapat rangking 4 (low risk), yaitu : menyambung kayu menggunakan mesin laminating/klemping dengan resiko tangan terjepit didalam mesin, dan membersihkan gudang.

    Item Type: Conference or Workshop Item (Paper)
    Subjects: T Technology > T Technology (General) > T55 Industrial Safety
    Divisions: Conference/Seminar > Seminar Nasional Teknik Industri Waluyo Jatmiko 2010
    Depositing User: Users 2 not found.
    Date Deposited: 27 Sep 2012 10:54
    Last Modified: 27 Sep 2012 10:58
    URI: http://eprints.upnjatim.ac.id/id/eprint/3839

    Actions (login required)

    View Item