IMPLEMENTASI METODA MERIT SYSTEM PENDUKUNG PERANCANGAN SISTEM KOMPENSASI (SK. DI PT. NUSANINDO TRANSPORTAMA SEMESTA SURABAYA)

Handoyo, - (2005) IMPLEMENTASI METODA MERIT SYSTEM PENDUKUNG PERANCANGAN SISTEM KOMPENSASI (SK. DI PT. NUSANINDO TRANSPORTAMA SEMESTA SURABAYA). In: Seminar Nasional : Implementasi Supply Chain Management and Logistics dalam bidang Industri, 29 September 2005, Surabaya.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (172Kb) | Preview

    Abstract

    Salah satu cara peningkatan prestasi kerja karyawan adalah dengan sistem pemberian kompensasi yang tepat, sesuai dengan kontribusi yang telah diberikan karyawan kepada perusahaan. Dimana sistem pemberian kompensasi tersebut tidak hanya dilihat dari latar belakang pendidikan, masa kerja tetapi juga melihat prestasi kerja karyawan. PT. NUSANINDO TRANSPORTAMA SEMESTA SURABAYA dalam sistem pemberian kompensasi kepada karyawan hanya berdasarkan pada jabatan dan tingkat pendidikan dari karyawan tersebut, sehingga adanya ketidakpuasan yang dirasakan oleh karyawan dengan besar kontribusi yang diberikan pada perusahaan. Hal ini akan berdampak pada peningkatan prestasi kerja atau kinerja karyawan. Oleh karena itu maka sangat diperlukan suatu sistem pemberian kompensasi yang tidak hanya berdasarkan pada jabatan, dan tingkat pendidikan dari karyawan tapi juga menilai berapa besar prestasi kerja atau kontribusi yang telah diberikan pada perusahaan. Merit system merupakan sistem pembayaran imbalan (reward) yang dikaitkan dengan jasa atau prestasi kerja karyawan. Dimana merit system ini bertujuan untuk memotivasi para karyawan agar terus meningkatkan prestasi kerja atau kinerja mereka, karena makin baik kinerja mereka maka makin tinggi pula imbalan yang mereka terima. Pada merit system ini, penilaian prestasi kerja karyawan sangat diperlukan dalam membuat sistem penggajian. Dimana prestasi kerja karyawan akan dinilai melalui evaluasi jabatan dengan metode poin. Hasil dari penilaian prestasi kerja karyawan tersebut akan dibuat penggolongan sistem penggajian dengan Merit Increase sebagai berikut : • Golongan I, dengan bobot kerja 606 s/d 637, besar kenaikan 6% • Golongan II, dengan bobot kerja 575 s/d 606, besar kenaikan 5%. • Golongan III, dengan bobot kerja 544 s/d 575, besar kenaikan 4%. • Golongan IV, dengan bobot kerja 513 s/d 544, besar kenaikan 3%. • Golongan V, dengan bobot kerja 482 s/d 513, tidak mendapatkan kenaikan. Dan untuk patokan sistem penggajian dengan merit system ini adalah gaji tengah (midpoint) sebagai gaji dasar. Kata Kunci : Analisa Jabatan, Evaluasi Jabatan, Penilaian Prestasi Kerja, Merit System, Merit Increase.

    Item Type: Conference or Workshop Item (Paper)
    Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5001 Business. Business Administration > HF5549 Personnel Management. Employment management
    Divisions: Conference/Seminar > Seminar Nasional Teknik Industri 2005
    Depositing User: Users 2 not found.
    Date Deposited: 28 Sep 2012 15:22
    Last Modified: 01 Oct 2012 08:21
    URI: http://eprints.upnjatim.ac.id/id/eprint/3855

    Actions (login required)

    View Item