PENGARUH AGENSIA HAYATI PSEUDOMONAD FLUORESEN TERHADAP PERKEMBANGAN PENYAKIT LAYU (Fusarium sp.) DAN PERTUMBUHAN TANAMAN CABAI (Capsicum Annum L.)

KRISNAWAN, . (2012) PENGARUH AGENSIA HAYATI PSEUDOMONAD FLUORESEN TERHADAP PERKEMBANGAN PENYAKIT LAYU (Fusarium sp.) DAN PERTUMBUHAN TANAMAN CABAI (Capsicum Annum L.). Undergraduate thesis, UPN "Veteran" Jatim.

[img]
Preview
PDF (Cover - Bab I)
Download (632Kb) | Preview
    [img] PDF (Bab II - Daftar Pustaka)
    Restricted to Repository staff only

    Download (812Kb)

      Abstract

      RINGKASAN KRISNAWAN NPM : 0825010011. PENGARUH AGENSIA HAYATI PSEUDOMONAD FLUORESEN TERHADAP PERKEMBANGAN PENYAKIT LAYU (Fusarium sp.) DAN PERTUMBUHAN TANAMAN CABAI (Capsicum Annum L.) Cabai (Capsicum Annum L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi penting di Indonesia. Selain digunakan untuk keperluan rumah tangga, cabai juga dapat digunakan untuk bahan baku industri diantaranya, industri bumbu masakan, industri makanan dan industri obat�obatan atau jamu. Buah cabai ini selain dijadikan sayuran atau bumbu masak juga mempunyai nilai ekonomi bagi petani, yang memiliki peluang eksport, membuka kesempatan kerja. Salah satu kendala yang mempengaruhi produksi dan mutu cabai adalah adanya serangan penyakit layu Fusarium sp yang disebabkan oleh jamur Fusarium oxysporum f.sp. cubense. Pengendalian penyakit secara kimiawi mempunyai dampak negatif terhadap lingkungan dan mikroorganisme. Alternatif pengendalian penyakit yang paling aman adalah dengan menerapkan konsep pengendalian penyakit secara terpadu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh beberapa isolat agensia hayati Pseudomonad fluoresen terhadap perkembangan penyakit Fusarium sp yang disebabkan jamur Fusarium oxysporum sp pada tanaman cabai. Penelitian ini dilakukan di Green House program studi Agroteknologi Fakultas Pertanian UPN “Veteran” Jawa Timur, mulai bulan Juni sampai dengan bulan Agustus 2012. Percobaan ini merupakan faktor tunggal dengan 7 (tujuh) macam perlakuan yang diletakkan dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan di ulang sebanyak tiga kali. Data analisis yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ansira). Apabila F hitung > F tabel maka dilanjutkan uji perbandingan rata-rata hasil dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT 5%). Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim : Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber. Munculnya gejala penyakit layu Fusarium sp dari tiap-tiap perlakuan pemberian P. fluoresens memperlihatkan hasil yang bervariasi. Pada kontrol tanpa pemberian P. fluoresens menunjukkan masa inkubasi yang paling rendah atau paling cepat. Tanaman cabai yang diperlakukan dengan isolat Pseudomonad fluoresen (Pf 160, Pf 142, Pf 36, Pf 81, Pf 122, Pf B) pada bak yang telah diberi patogen Fusarium sp dengan cara disiramkan menunjukkan bahwa Peudomonad fluoresen Pf 36 mempunyai kemampuan paling tinggi dalam menekan penyakit layu Fusarium sp. Indeks penyakit layu Fusarium sp pada tanaman cabai dipengaruhi oleh perlakuan dengan menggunakan bakteri agensia hayati Pseudomonad fluoresen. Perlakuan dengan pemberian Pseudomonad fluoresen dengan cara perendaman bibit tanaman cabai selama 30 menit, mampu mempengaruhi tinggi tanaman, hal ini dapat dilihat pada pengamatan terakhir. Pertumbuhan tanaman khususnya pada tinggi tanaman, pada tanaman yang diperlakukan dengan agensia hayati Pseudomonad fluoresen dapat terlihat perbedaan tinggi tanaman. Pada kontrol tanaman terlihat lebih pendek dan daunnya menguning, hal ini berarti lebih baik dibandingkan kontrol, bakteri Pseudomonad fluoresen mempunyai kemampuan untuk berkembang di daerah perakaran yang kemungkinan dapat mendukung pertumbuhan tanaman. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa bakteri antagonis Pseudomonad fluoresen terutama Pf 160 dengan perendaman 30 menit mampu menunda munculnya gejala penyakit layu Fusarium sp dan cenderung menekan perkembangan penyakit layu Fusarium sp. Selain itu pemberian Pseudomonad fluoresen dengan semua isolat mampu mendukung pertumbuhan tanaman dibedakan dengan tanpa pemberian Pseudomonad fluoresen.

      Item Type: Thesis (Undergraduate)
      Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
      S Agriculture > SB Plant culture > SB975 Biological pest control agents
      Divisions: Faculty of Agriculture > Agritechnology
      Depositing User: Users 6 not found.
      Date Deposited: 05 Feb 2013 13:00
      Last Modified: 05 Feb 2013 13:00
      URI: http://eprints.upnjatim.ac.id/id/eprint/4090

      Actions (login required)

      View Item