PENGARUH KONSENTRASI BORAK TERHADAP KEAWETAN KAYU KARET

Dwi, Suheryanto (2012) PENGARUH KONSENTRASI BORAK TERHADAP KEAWETAN KAYU KARET. In: Seminar Nasional Teknik Kimia Soebardjo Brotohardjono IX "Pengelolaan Sumber Daya Alam Ramah Lingkungan Berbasis Efisiensi Energi, 21 Juni 2012, Surabaya.

[img]
Preview
PDF
Download (2540Kb) | Preview

    Abstract

    Pohon karet (Hevea braziliensis) merupakan tanaman asli di daerah Amazone Amerika Selatan yang tersebar di seluruh hutan alam. Secara umum pohon ini dapat tumbuh di daerah tropis. Di Indonesia pohon karet banyak ditemukan pada perkebunan besar dan perkebunan rakyat di daerah Sumatera, Kalimantan dan Jawa untuk diambil getahnya. Pohon karet yang sudah tidak produktif merupakan potensi untuk dimanfaatkan kayunya sebagai bahan baku industri, hanya saja kayu karet mempunyai kelemahan, yaitu mudah diserang hama jamur (blue stain) dan serangga perusak kayu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas penggunaan borak dalam mencegah terjadinya kerusakan kayu karet terhadap jamur dan serangan serangga perusak kayu, sehingga dapat meningkatkan kualitas kayu karet. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah variasi waktu, konsentrasi borak, dan perlakuan. Contoh uji yang digunakan kayu karet dengan ukuran panjang 25 cm x lebar 15 cm x tebal 2 cm. Variasi waktu pengawetan dengan perendaman dingin 24 jam, 48 jam, dan 72 jam, dengan perebusan 1 jam, 2 jam, dan 3 jam, konsentrasi bahan pengawet borak 25 g/l, 30 g/l, dan 35 g/l. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan bahan pengawet borak pada kayu karet berpengaruh siqnifikan terhadap mortalitas, retensi dan derajat kerusakan. Semakin tinggi konsentrasi bahan pengawet, semakin meningkat mortallitas serangga perusak kayu dan retensi, serta menurunkan derajat kerusakan. Penggunan pengawet borak dengan konsentrasi 30 g/l dengan waktu perendaman 48 jam, dan waktu perebusan 2 jam, menghasilkan mortalitas serangga perusak kayu ralatif besar, dan retensi 0,00527 g/cm dan 0,00504 g/cm3, serta derajat kerusakan terendah 100% yaitu pengurangan berat 9,78% (masih dibawah < 10 %) masuk katagori serangan ringan ada bekas gigitan. Kata kunci: borak, derajat kerusakan kayu karet, keawetan, mortalitas, retensi

    Item Type: Conference or Workshop Item (Paper)
    Subjects: T Technology > TP Chemical technology > TP155 Chemical engineering
    Divisions: Conference/Seminar > Seminar Nasional Teknik Kimia Soebardjo Brotohardjono IX
    Depositing User: Users 2 not found.
    Date Deposited: 20 Feb 2013 09:25
    Last Modified: 20 Feb 2013 09:25
    URI: http://eprints.upnjatim.ac.id/id/eprint/4146

    Actions (login required)

    View Item