REPRESENTASI POSFEMINISME DALAM LIRIK LAGU “TOKEK RACUN” (Studi Semiotik Representasi Posfeminisme Dalam Lirik Lagu “Tokek Racun”)

DIA , WARISIA (2010) REPRESENTASI POSFEMINISME DALAM LIRIK LAGU “TOKEK RACUN” (Studi Semiotik Representasi Posfeminisme Dalam Lirik Lagu “Tokek Racun”). Undergraduate thesis, UPN 'Veteran" JATIM.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (96Kb) | Preview
    [img] PDF - Published Version
    Restricted to Repository staff only

    Download (192Kb)

      Abstract

      Penelitian ini didasarkan pada lirik lagu yang dapat menjadi sarana atau media komunikasi untuk mencerminkan realitas sosial yang beredar dalam masyarakat sekitar. Termasuk realitas yang menentang konstruksi sosial yang ada di masyarakat, bahwa perempuan juga berhak memiliki kekuasaan, dengan keterkaitannya pada feminisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk kekuasaan itu bisa muncul dari seorang perempuan yang digambarkan dalam lirik lagu “Tokek Racun”, masih sesuaikah dengan stereotipe yang melekat pada perempuan yang ada selama ini. Bagaimana seorang perempuan dalam lirik lagu ini dapat mencapai kekuasaan, dan apa yang menjadi tujuan sebuah kekuasaan dari perempuan yang digambarkan dalam lirik lagu ini. Bergesernya stereotipe yang ada berkaitan erat dengan dengan gerakan feminisme gelombang kedua, yaitu posfeminisme. Perempuan posfeminis adalah perempuan yang tangguh, mandiri, dan memegang kendali atas hidupnya sendiri, tetapi tetap menyadari kodrat sebagai perempuan yang juga butuh laki-laki untuk membuatnya bahagia. Adapun landasan teori yang digunakan adalah feminisme, posfeminisme, musik dan lirik lagu, serta metode Semiologi Roland Barthes. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif interpretative dengan menggunakan analisis semiologi dengan pendekatan semiotik berdasarkan konsep signifikasi dua tahap Roland Barthes, dimana mengupas makna dibalik tanda setiap lirik dalam lagu tersebut dengan peta tanda Roland Barthes dan lima kode pembacaan, yaitu kode hermeneutik, kode semik, kode simbolik, kode proaretik, dan kode kultural yang akan digunakan untuk memaknai setiap lirik dalam lagu tersebut. Dari data yang dianalisis menunjukkan bahwa perempuan dalam lirik lagu “Tokek Racun” menerapkan faham posfeminisme. Seorang perempuan dapat menggunakan kekuasaannya dengan memanfaatkan segala kekayaan, kefeminitasnya dan kecantikan fisiknya yang dipergunakan sebagai alat untuk mempengaruhi laki-laki agar mau melakukan apa yang dikehendaki dan diinginkan oleh perempuan tersebut, yaitu agar laki-laki tersebut bersedia untuk melakukan hubungan seks dengannya.

      Item Type: Thesis (Undergraduate)
      Subjects: H Social Sciences > HE Transportation and Communications
      Divisions: Faculty of Social Sciences and Political Sciences > Communication Studies
      Depositing User: Users 8 not found.
      Date Deposited: 01 Mar 2011 12:00
      Last Modified: 01 Mar 2011 12:01
      URI: http://eprints.upnjatim.ac.id/id/eprint/438

      Actions (login required)

      View Item