PERBEDAAN KINERJA KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH SEBELUM DAN SESUDAH OTONOMl DAERAH PADA PROPINSI JAWA TIMUR

Nur , Indarwati (2003) PERBEDAAN KINERJA KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH SEBELUM DAN SESUDAH OTONOMl DAERAH PADA PROPINSI JAWA TIMUR. Undergraduate thesis, UPN "Veteran" Jatim.

[img]
Preview
PDF
Download (994Kb) | Preview
    [img] PDF
    Restricted to Repository staff only

    Download (18Mb)

      Abstract

      Perkembagan akuntansi sektor publik berkembang pesat seiring dengan adanya era baru dalam pelaksanaan otonomi daerah dan desentralisasi fiskal. Salah satu ketetapan MPR yaitu tap MPR Nomor XV/MPR/1 998 tentang “Penyelenggaraan Otonomni Daerah Pengaturan; Pembagian dan Pemanfaatan Sumber Daya Nasonal Yang Berkeadilan serta Perimbangan Keuanigan Pusat dan Daerah dalam Kerangka negara kesatuan Republik Indonesia’ merupakan landasan hukum bagi dikeluarkannya UI No.22 Taliun 1999 tentang Pemerintah Daerah dan UU No. 25 tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah sebagai dasar penyelengaaraan otonomi daerah. Kinerja Pemerintah Daerah dalam mengelola keunangan dituangkan dalam APBD yang mencerminkan kemampuan pemerintah daerah dalamn membiayai pelaksanaan tugas—tugas pemerintahan. pembangunan dan pelavanan sosial masyarakat. Tujuan yang ingin dicapai da1an penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja keuangan sebelum dan sesudah otonomi daerah di Indonesia. Untuk itu hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah diduga terdapat perbedaan kinerja keuarigan sebelum dan sesudah otonomi daeráh di Indonesia. Pene1itian ini difokuskan pada daerah tingkat II Propinsi Jawa Timur yang laporan realisasi APBD-nya terpublikasi di BPS. Diambil 35 daerah tingkat II sebagai sampel dengan metode purposiver sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dan 3 rasio kinerja keuangan yang diteliti yaitu rasio kemandirian, keserasian dan rasio pertumbuhan hauya satu rasio kinerja keuangan yang memiliki perbedaan berarti sebelum dan sesudab otonotni daerah. Hipotesis yang menduga bahwa pertumbuhan sesudah otonomni berbeda dan pertumbuhan sebelumn otonomi daerah teruji kebenarannya. Hal ini ditunjukkan dengan nilai -3, 1 1 2 < ttabe1 2,O42 untuk pertumbuhan total penerimaan; nilai thitungl nilai —8,8 12 < ttaI —2,042 untuk pertumbuhan PAD; nilai—24,670 < t1 —2,042 untuk pertumbuhan pengeluaran rutin dan niiai tihitung —6,043 < ttabel = —2,042 untuk pengeluaran pembangunan. Hipotesis yang lain tidak teruji kebenarannya karena nilai thitung dari kedua variabel yang bersangkutan lebih kecil dari ni1ai ttabel.

      Item Type: Thesis (Undergraduate)
      Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5001 Business. Business Administration > HF5601 Accounting
      Divisions: Faculty of Economics > Accounting
      Depositing User: Users 2 not found.
      Date Deposited: 01 Feb 2011 13:38
      Last Modified: 01 Feb 2011 13:38
      URI: http://eprints.upnjatim.ac.id/id/eprint/46

      Actions (login required)

      View Item