EVALUASI SUMBER DAYA LAHAN DI KECAMATAN MOJOWARNO, KAB. JOMBANG DALAM UPAYA PENINGKATAN BIOMASSA TANAMAN PADI (Oryza sativa)

YAHMAN, YAHMAN (2014) EVALUASI SUMBER DAYA LAHAN DI KECAMATAN MOJOWARNO, KAB. JOMBANG DALAM UPAYA PENINGKATAN BIOMASSA TANAMAN PADI (Oryza sativa). Undergraduate thesis, Faculty of Agriculture.

[img]
Preview
PDF (cover - bab 1) - Published Version
Download (540Kb) | Preview
    [img] PDF (bab 2 - daftar pustaka) - Published Version
    Restricted to Repository staff only

    Download (1790Kb)

      Abstract

      Sumberdaya lahan merupakan sumberdaya alam yang sangat penting untuk kelangsungan hidup manusia karena diperlukan dalam setiap kegiatan manusia, seperti untuk pertanian, daerah industri, daerah pemukiman, jalan untuk transportasi, daerah rekreasi atau daerah-daerah yang dipelihara kondisi alamnya untuk tujuan ilmiah (Sitorus, 1985) mendefinsikan sumberdaya lahan (land resources) sebagai lingkungan fisik terdiri dari iklim, relief, tanah, air dan vegetasi serta benda yang ada di atasnya sepanjang ada pengaruhnya terhadap penggunaan lahan. Oleh karena itu sumberdaya lahan dapat dikatakan sebagai ekosistem karena adanya hubungan yang dinamis antara organisme yang ada di atas lahan tersebut dengan lingkungannya (Mather, 1986). Dalam rangka memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia yang terus berkembang dan untuk memacu pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi, pengelolaan sumberdaya lahan seringkali kurang bijaksana dan tidak mempertimbangkan aspek keberlanjutannya (untuk jangka pendek) sehingga kelestariannya semakin terancam. Akibatnya, sumberdaya lahan yang berkualitas tinggi menjadi berkurang dan manusia semakin bergantung pada sumberdaya lahan yang bersifat marginal (kualitas lahan yang rendah). Hal ini berimplikasi pada semakin berkurangnya ketahanan pangan, tingkat dan intensitas pencemaran yang berat dan kerusakan lingkungan lainnya. Dengan demikian, secara keseluruhan aktifitas kehidupan cenderung menuju sistem pemanfaatan sumberdaya alam dengan kapasitas daya dukung yang menurun. Di lain pihak, permintaan akan sumberdaya lahan terus meningkat akibat tekanan pertambahan penduduk dan peningkatan konsumsi per kapita. Namun disisi lain meskipun permintaan akan kebutuhan sumber daya lahan terus meningkat hendakanya tetap menjaga kaelestarianya. Guna menjaga tetap terpenuhinya kebutuhan sumber daya lahan dan kelestarian sumber daya lahan maka biomassa adalah salah satu faktor yang mendukung dari dua tuntutan tersebut. Biomassa merupakan istilah untuk bobot bahan hidup, biasanya dinyatakan sebagai bobot kering, untuk seluruh atau sebagian tubuh organisme, populasi, atau komunitas. Biasanya dinyatakan sebagai kerapatan biomassa per unit luas. Biomassa tumbuhan adalah jumlah total bobot kering semua bagian tumbuhan hidup dan untuk memudahkannya kadangkadang biomassa dibagi menjadi biomassa tumbuhan diatas tanah (daun, cabang, dahan dan bahan pokok) dan biomassa di dalam tanah (akar-akaran) (Kusmana dan Istomo, 2003). Pengetahuan tentang biomassa sangat penting untuk aspek-aspek fungsional lahan seperti produktivitas primer, siklus hara dan aliran energi (Harse et al., 1992). Oleh karena itu data biomassa penting untuk mengetahui karakteristik ekosistim lahan dalam rangka menentukan sistim pengelolaan lahan berdasarkan prinsip-prinsip kelestarian hasil (Kusmana et al, 1992). Padi merupakan tanaman pangan utama bagi masyarakat luas. Maka dari itu diharapkan bila produksi biomassa meningkat maka produksi padi juga meningkat, begitu pula sebaliknya bila produksi padi meningkat maka produksi biomassa juga ikut menngkat. Kebutuhan akan tanaman pangan oleh setiap individu sangatlah vital khususnya tanaman padi, mengingat sebagian masyarakat kita banyak yang mengkonsumsi dari tanaman padi. Produktivitas tanaman pangan tergantung pada kualitas lahan yang digunakan. Jika pada pemilihan lahan pada awal pembangunan tanaman areal -areal yang tidak produktif tidak disisihkan, maka kerugian (finansial) yang cukup besar akan terjadi nantinya. Berdasarkan kenyataan diatas mendorong untuk memecahkan masalah tersebut. Salah satu pendekatan yang dapat memberikan jalan kearah pemecahan masalah tersebut yaitu melalui konsep pelestarian sumber daya lahan dalam rangka peningkatan biomassa tanaman padi. Dengan demikian diharapkan dengan semakin meningkatnya produksivitas biomassa tanaman padi maka produksivitas tanaman padi pun ikut meningkat dan kelestarian sumber daya lahan tetap terjaga. Kecamatan Mojowarno adalah salah satu Kecamatan di Kabupaten Jombang, yang merupakan daerah pertanian dengan komoditi tanaman pangan seperti padi. Informasi yang berkaitan dengan kelestarian sumber daya lahan di Kecamatan Mojowarno masih sangat terbatas. Oleh karena itu upaya pelestarian sumber daya lahan dalam rangka peningkatan produksi biomassa tanaman padi perlu dilakukan, mengingat daerah ini memiliki lahan yang luas dan berpotensi untuk tanaman padi. Dengan informasi kelas kemampuan lahan, kesuburan, dan kesesuaian tanaman padi ini maka di harapkan dapat melakukan alternatif manajemen praktis yang tepat, guna meningkatkan produksi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang secara luasnya guna menjaga pelestarian sumber daya lahan di Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang.

      Item Type: Thesis (Undergraduate)
      Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
      Divisions: Faculty of Agriculture > Agritechnology
      Depositing User: Fitri Yulianto
      Date Deposited: 23 Jan 2014 09:05
      Last Modified: 23 Jan 2014 09:07
      URI: http://eprints.upnjatim.ac.id/id/eprint/4861

      Actions (login required)

      View Item