Pola Komunikasi Antara Terapis Dengan Anak Autis di Pelangi School and Treatment Center Surabaya (Studi Kualitatif Pola Komunikasi Antara Terapis Dengan Anak Autis ADHD di Pelangi School and Treatment Center Surabaya

Bayu , Aulia P, (2010) Pola Komunikasi Antara Terapis Dengan Anak Autis di Pelangi School and Treatment Center Surabaya (Studi Kualitatif Pola Komunikasi Antara Terapis Dengan Anak Autis ADHD di Pelangi School and Treatment Center Surabaya. Undergraduate thesis, UPN "Veteran" Jatim.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (88Kb) | Preview
    [img] PDF - Published Version
    Restricted to Repository staff only

    Download (212Kb)

      Abstract

      Autis merupakan gangguan pervasive yang terjadi pada 2 sampai 3 tahun usia perkembangan anak. Untuk mengatasi kasus tersebut maka dalam waktu akhir–akhir ini di Surabaya telah berdiri beberapa lembaga pendidikan non formal yang khusus menangani anak-anak autis salah satunya adalah Pelangi School And Treatment Center Surabaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola komunikasi antara terapis dengan anak autis di Pelangi School and Treatment Center Surabaya. Komunikasi interpersonal merupakan pengiriman pesan-pesan dari seseorang dan diterima oleh orang lain atau sekelompok orang dengan efek dan umpan balik langsung. Komunikasi verbal adalah komunikasi yang menggunakan kata-kata, baik lisan maupun tertulis. Komunikasi Non Verbal adalah komunikasi yang pesannya dikemas dalam bentuk non nerbal, tanpa kata-kata. Autis adalah suatu kondisi mengenai seseorang sejak lahir ataupun saat massa balita yang membuat dirinya tidak dapat membentuk hubungan sosial atau komunikasi yang normal. Pola Komunikasi adalah sebagai bentuk atau pola hubungan dua orang atau lebih dalam proses pengiriman, dan penerimaan cara yang tepat sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami. Dimensi pola komunikasi terdiri dari dua macam yaitu pola yang berorientasi pada konsep dan pola yang berorientasi pada social yang mempunyai arah hubungan yang berlainan Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan depth interview dengan informan sebanyak 2 orang. Berdasarkan hasil analisis data, didapatkan bahwa pola komunikasi yang terjadi pada terapis dengan anak autis ADHD adalah pola komunikasi yang berorientasi pada konsep yaitu komunikasi dilakukan secara langsung atau dengan tatap muka, saling berhadapan dengan langsung kemudian mencari kontak mata terlebih dahulu. Setelah ada kontak mata baru pesan atau materi itu disampaikan dengan menggunakan bahasa yang singkat, jelas serta lugas. Mengguanakan nada yang tegas dan keras dan nada yang manis (melihat kondisi anak terlebih dahulu, Jika tidak ada respons maka pesan itu disampaikan secara terus menerus. Jika ada respons, maka terapis akan memberi reward seperti ” Oke kamu pintar”, pesan atau instruksi yang disampaikan itu tidak boleh jeda, karena kalau ada jeda anak akan membuat ulah (anak autis ADHD memiliki kecenderungan hiperaktif)

      Item Type: Thesis (Undergraduate)
      Subjects: H Social Sciences > HE Transportation and Communications
      Divisions: Faculty of Social Sciences and Political Sciences > Communication Studies
      Depositing User: Users 8 not found.
      Date Deposited: 01 Mar 2011 21:50
      Last Modified: 01 Mar 2011 21:50
      URI: http://eprints.upnjatim.ac.id/id/eprint/499

      Actions (login required)

      View Item