PENGARUH AGENCY COST TERHADAP KEBIJAKAN DEVIDEN PADA PERUSAHAAN KELUARGA YANG GO PUBLIC DI BEI

Ricky, Ramadiansyah K. (2008) PENGARUH AGENCY COST TERHADAP KEBIJAKAN DEVIDEN PADA PERUSAHAAN KELUARGA YANG GO PUBLIC DI BEI. Undergraduate thesis, UPN "Veteran" Jatim.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (238Kb) | Preview
    [img] PDF - Published Version
    Restricted to Repository staff only

    Download (558Kb)

      Abstract

      Perekonomian di Indonesia saat ini sedang mengalami pertumbuhan yang baik setelah di landa krisis moneter pada tahun 1997, banyak perusahaan-perusahaan yang bermunculan kembali setelah krisis moneter baik perusahaan keluarga maupun perusahaan yang go public serta usaha-usaha kecil menengah yang membantu mendukung perbaikan ekonomi di Indonesia. Saat ini telah banyak perusahaan-perusahaan keluarga yang bermunculan, perusahaan keluarga tersebut memiliki ciri khusus di banding perusahaan-perusahaan lainnya. Perusahaan keluarga merupakan perusahaan yang dimana seluruh pemiliknya adalah keluarga yang secara turun-temurun memimpin suatu perusahaannya secara bergantian. Rata-rata perusahaan keluarga adalah insider ownership karena keluarga menjadi pemegang saham yang sekaligus menjadi pengelola perusahan, Para pemegang saham dan kreditor mengeluarkan agency cost atau biaya keagenan untuk mengawasi manajer dalam melaksanakan kebijakan deviden di dalam perusahaan karena para pemegang saham menginginkan keuntungan atau laba yang pasti dan selalu dibagikan. Atas dasar fenomena tersebut maka penelitian ini bermaksud untuk meneliti mengenai pengaruh agency cost terhadap kebijakan deviden pada perusahaan keluarga yang go public di BEI. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan keluarga yang go public dan masih terdaftar (listing) di Bursa Efek IOndonesia sebanyak 2 perusahaan. Dengan tehnik non random sampling yaitu teknik penentuan sampel dimana tidak semua individu atau elemen dalam populasi mendapat peluang yang sama untuk dapat diambil sebagai sampel. Data yang dipergunakan adalah data sekunder yaitu data yang berasal dari Bursa Efek Indonesia. Sedangkan analisis yang dipergunakan adalah analisis regresi linier berganda. Berdasarkan dari hasil penelitian yang telah didapatkan bahwa variabel insider ownership tidak dikutkan dalam analisis regresi linier berganda karena terkenan gejala multikolonieritas, variabel free cash flow berpengaruh signifikan negatif terhadap kebijakan deviden, variabel collaterizable asset tidak berpengaruh terhadap kebijakan deviden.

      Item Type: Thesis (Undergraduate)
      Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
      Divisions: Faculty of Economics > Management
      Depositing User: Users 2 not found.
      Date Deposited: 10 Feb 2011 09:57
      Last Modified: 10 Feb 2011 09:57
      URI: http://eprints.upnjatim.ac.id/id/eprint/57

      Actions (login required)

      View Item