Penentuan Jarak Pendistribusian Rute Terpendek Rokok Sampoerna Dengan Metode Traveling Salesman Problem (Studi Kasus PT HM Sampoerna Tbk Malang)

Rachma , Februari Putri (2014) Penentuan Jarak Pendistribusian Rute Terpendek Rokok Sampoerna Dengan Metode Traveling Salesman Problem (Studi Kasus PT HM Sampoerna Tbk Malang). Undergraduate thesis, UPN "VETERAN" JAWA TIMUR.

[img]
Preview
PDF (cover - bab 1) - Published Version
Download (343Kb) | Preview
    [img] PDF (bab 2 - dftr pustaka) - Published Version
    Restricted to Repository staff only

    Download (1061Kb)

      Abstract

      PT. HM Sampoerna Tbk Malang adalah salah satu perusahaan di Indonesia yang bergerak di bidang Bisnis Rokok. Dalam pendistribusian produk rokok ke konsumen, perusahaan tersebut memiliki distributor–distributor yang salah satunya berada di kota Malang. Masalah yang dihadapi saat ini yaitu belum memiliki rute pendistribusian yang optimal sehingga mengakibatkan biaya distribusinya lebih mahal dan sering terjadinya keterlambatan pengiriman dari Distributor Anggarda Paramita ke sejumlah agen–agen. Traveling salesman problem merupakan metode yang dapat digunakan untuk mencari lintasan terpendek dengan mengunjungi setiap daerah tepat satu kali. Mengacu pada judul penelitian, maka dapat diidentifikasikan variabel-variabel yang berhubungan dengan permasalahan dan nantinya akan dianalisa sebagai berikut, yang termasuk variabel terikat adalah penentuan rute terpendek dan yang termasuk variabel bebas adalah rute awal distribusi, data lokasi agen dan data jarak tempuh. Data di ambil menggunakan proses wawancara sehingga didapatkan data lokasi agen serta jarak tempuh dari pabrik ke tiap-tiap agen kemudian data diolah menggunakan Software WinQsb Hasil yang diperoleh dengan Metode Branch And Bound didapat jarak sebesar 24,7 km untuk Kota Malang, 71 km untuk Kota Batu, dan 238,3 km untuk Kabupaten Pasuruan. Sedangkan dengan Metode Nearest Neighbor didapat jarak sebesar 24,7 km untuk Kota Malang, 72,6 km untuk Kota Batu, dan 249,8 km untuk Kabupaten Pasuruan. Sehingga dari kedua metode tersebut didapat bahwa Metode Branch And Bound lebih baik dalam meyelesaikan permasalahan Traveling Salesman. Kata kunci : traveling salesman, lintasan terpendek, branch and bound, nearest neighbor.

      Item Type: Thesis (Undergraduate)
      Subjects: T Technology > T Technology (General) > T55.4 Industrial engineering. Management engineering
      Divisions: Faculty of Industrial Technology > Industrial Engineering
      Depositing User: Fitri Yulianto
      Date Deposited: 27 Aug 2014 15:20
      Last Modified: 27 Aug 2014 15:22
      URI: http://eprints.upnjatim.ac.id/id/eprint/6213

      Actions (login required)

      View Item