PERANAN GREENPEACE DALAM PENOLAKAN PEMBANGUNAN PLTU DI BATANG TAHUN 2011-2013

AGVIANA , HARDINIA (2014) PERANAN GREENPEACE DALAM PENOLAKAN PEMBANGUNAN PLTU DI BATANG TAHUN 2011-2013. Undergraduate thesis, UPN "VETERAN" JAWA TIMUR.

[img]
Preview
PDF (cover - bab 1) - Published Version
Download (5Mb) | Preview
    [img] PDF (bab 2 - daftar pustaka) - Published Version
    Restricted to Repository staff only

    Download (7Mb)

      Abstract

      Penelitian ini menelaah peranan Greenpeace dalam penolakan pembangunan PLTU di Batang tahun 2011-2013. Indonesia telah menandatangani perjanjian dengan Jepang pada 6 Oktober 2011 untuk pembangunan PLTU berkekuatan 2000MW. Jika proyek besar ini tetap berlangsung maka dalam per tahun PLTU batang menyumbang emisi karbon 10,8 juta ton dan 226 kilogram merkuri yang dapat menyebabkan hujan asam. Ribuan warga Batang serta Greenpeace berulang kali melakukan aksi memulai dari wilayah setempat hingga menuju Jakarta di pusat pemerintahan. Permasalahan tersebut kemudian diteliti dengan menggunakan metode eksplanatif-kualitatif dengan mengambil pandangan dasar civil society sebagai dasar argumen dan sintesis teori dari teori sistem internasional, Non Governmental Organization (NGO), konsep civil society, kebijakan pemerintah, dan decision making. Dari pendekatan teoritik yang dimunculkan, bisa ditarik jawaban sementara yang pada dasarnya mengonfirmasi bahwa Greenpeace sebagai NGO dapat mempengaruhi perubahan kebijakan pemerintah dalam pembangunan PLTU di Batang. Civil society terbentuk dari sebuah sistem internasional. Sistem internasional memilik aktor yaitu state dan non state, di dalam non state terdiri dari individu, organisasi, dan grup. Greenpeace merupakan perwujudan civil society non state yang berada di dalam sistem internasional. Civil society juga diwujudkan dengan adanya partisipasi masyarakat Batang. Greenpeace sebagai Non Govermental Organization ikut mengawasi pemerintah dalam membuat kebijakan pemerintah. Greenpeace mengawasi dalam bentuk melakukan riset dari rencana pembangunan PLTU batu bara di Batang. Greenpeace merupakan NGO yang memberdayakan (empowering) masyarakat untuk menjadi organisasi terbuka akan informasi, perdebatan, dan lainnya dalam rangka mengembangkan suatu bentuk pertukaran atau transfer ilmu pengetahuan. Partisipasi masyarakat yang tergabung dalam Greenpeace dapat ikut serta dalam proses pembangunan dan demokratisasi. Pada akhirnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengeluarkan Perpres menunda pembangunan PLTU hingga 2014. Kata Kunci : Civil society, NGO, kebijakan pemerintah, decision making.

      Item Type: Thesis (Undergraduate)
      Subjects: J Political Science > JS Local government Municipal government
      Divisions: Faculty of Social Sciences and Political Sciences > International Relations
      Depositing User: Fitri Yulianto
      Date Deposited: 03 Sep 2014 09:21
      Last Modified: 03 Sep 2014 09:24
      URI: http://eprints.upnjatim.ac.id/id/eprint/6252

      Actions (login required)

      View Item