DIPLOMASI DALAI LAMA XIV UNTUK MENDAPATKAN OTONOMI TIBET (1959-2008)

LIDYA , YOHANA TANNO KAKAUHE (2014) DIPLOMASI DALAI LAMA XIV UNTUK MENDAPATKAN OTONOMI TIBET (1959-2008). Undergraduate thesis, UPN "VETERAN" JAWA TIMUR.

[img]
Preview
PDF (cover - bab 1) - Published Version
Download (31Mb) | Preview
    [img] PDF (bab 2 - daftar pustaka) - Published Version
    Restricted to Repository staff only

    Download (31Mb)

      Abstract

      Konflik antara Cina dan Tibet bermula ketika pada tahun 1950 Cina menginvasi Tibet dengan alasan klaim wilayah Tibet yang merupakan kedaulatan Cina. Sedangkan Tibet menyatakan bahwa mereka memiliki kebudayaan, bahasa dan negara sendiri. Konflik ini puncaknya dimana Tibetian melakukan demonstrasi dan kerusuhan tahun 1959 dan memakan banyak korban Tibetian akibat kekerasan yang dilakukan militer Cina. Hal ini memaksa Dalai Lama seorang pemimpin Tibet mengungsi di India. Dalam pengungsiannya di India, Dalai Lama sebagai non state actor melakukan upaya diplomasi dan bernegosiasi dengan Cina. Akan tetapi perjanjian tersebut tidak berhasil dan ditanggapi negatif oleh pemerintah Cina. Dibawah kekuasaan Cina, masyarakat Tibet mengalami diskriminasi dan menjadi minoritas di negaranya sendiri sehingga terjadi pemberontakan kembali oleh Tibetian pada tahun 2008 dan masyarakat Tibet banyak menjadi korban karena kebrutalan militer Cina. Meskipun Cina melakukan kekerasan kepada masyarakat Tibet akan tetapi Dalai Lama tidak membalas dengan kekerasan. Dalai Lama memilih diplomasi sebagai jalan perdamaian dengan Cina. Kebijakan diplomasi yang diambil Dalai Lama tersebut tidak lepas dari kepribadian, sifat dan karakteristik beliau yang dianalisa menggunakan teori psikoanalisis dan teori idiosyncratic. Kemudian Dalai Lama juga merupakan pemimpin karismatik karena banyak dikagumi dan dihormati oleh masyarakat internasional. Kepemimpinan Dalai Lama tersebut dianalisa menggunakan teori kepemimpinan karismatik. Hingga saat ini Dalai Lama terus melakukan upaya-upaya untuk mendapatkan hak otonomi Tibet seperti melakukan perjanjian, pidato, berdiskusi mengenai Tibet dengan pemimpin negara lainnya, dan lainnya. Kata Kunci: Diplomasi, Dalai Lama XIV, non state actor, kebijakan, psikonalisis, idiosyncratic, karismatik

      Item Type: Thesis (Undergraduate)
      Subjects: J Political Science > JZ International relations
      Divisions: Faculty of Social Sciences and Political Sciences > International Relations
      Depositing User: Fitri Yulianto
      Date Deposited: 30 Sep 2014 14:03
      Last Modified: 30 Sep 2014 14:04
      URI: http://eprints.upnjatim.ac.id/id/eprint/6348

      Actions (login required)

      View Item