ARSITEKTUR ‘BALE BANJAR’ ADAT SEBAGAI REPRESENTASI ARSITEKTUR PERTAHANAN MASYARAKAT DENPASAR DI BALI

Christina , Gantini (2014) ARSITEKTUR ‘BALE BANJAR’ ADAT SEBAGAI REPRESENTASI ARSITEKTUR PERTAHANAN MASYARAKAT DENPASAR DI BALI. In: "Insting Teritorial & Ruang Pertahanan", Surabaya.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (11Mb) | Preview

    Abstract

    Masyarakat adati Bali memiliki ‘ruang-publik’ dalam keseharian hidup mereka yang sering digunakan sebagai tempat untuk melaksanakan kegiatan profan sekaligus sakral. ‘Ruang’ ini dikenal dengan nama bale banjar adat. Bale banjar adat bagi masyarakat Bali merupakan tempat yang penting untuk melaksanakan kegiatan rite de passage (kegiatan ritual mulai dari kelahiran hingga kematian) secara bersama-sama dalam satu komunitas yang disebut banjar adat. Begitu pentingnya bale banjar adat bagi setiap krama (warga) banjar, sehingga rasa keterikatan dan rasa memiliki yang tinggi tercermin bukan saja dari berbagai penggunaan, pengaturan dan pengelolaan ruang pada bale banjar adat, melainkan juga menjadikan bale banjar adat sebagai sebuah ‘alat’ untuk menunjukkan ident itas komunitas banjar. Bale banjar adat bagi masyarakat adati Bali juga merupakan ruang-sosial sekaligus ruang-fisik tempat dimana warga berinteraksi/beraktivitas bersama, tempat bertemunya berbagai kepentingan tradisi dan adat dengan kegiatan/program pemerintah, tempat diadakannya kegiatan bisnis ekonomi mulai dari produksi, distribusi hingga konsumsi. Makalah ini bermaksud menjelaskan dan melakukan interpretasi atas nilai-nilai tradisi pertahanan pada arsitektur bale banjar adat di Bali, dengan lebih jauh membahas permasalahan aspek-aspek mana saja dari arsitektur bale banjar adat yang merepresentasikan arsitektur pertahanan. Temuan memperlihatkan bahwa terdapat dua macam arsitektur pertahanan yang terepresentasi lewat tradisi pertahanan pada arsitektur bale banjar adat yakni a) arsitektur pertahanan-situasional dan b) arsitektur pertahanan-sosial. Arsitektur pertahanansituasional terepresentasi lewat aspek fisik, yakni tapak (site) dan citra (image). Sedangkan arsitektur pertahanan-sosial terepresentasi lewat aspek non-fisik yakni guna bangunan (use).

    Item Type: Conference or Workshop Item (Paper)
    Subjects: N Fine Arts > NA Architecture
    Divisions: Prosiding Seminar Nasional : Arsitektur Pertahanan "Insting Teritorial & Ruang Pertahanan"
    Depositing User: Users 8 not found.
    Date Deposited: 11 May 2015 13:16
    Last Modified: 11 May 2015 13:16
    URI: http://eprints.upnjatim.ac.id/id/eprint/6838

    Actions (login required)

    View Item