NILAI TANAH SEBAGAI DASAR KETAHANAN TATA RUANG KOTA

Muchlisiniyati , Safeyah and Hendrata , Wibisana and I Nyoman , Dita Pahang Putra (2014) NILAI TANAH SEBAGAI DASAR KETAHANAN TATA RUANG KOTA. In: "Insting Teritorial & Ruang Pertahanan", Surabaya.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (11Mb) | Preview

    Abstract

    Nilai tanah adalah suatu pengukuran atau penilaian tanah yang didasarkan kepada kemampuan tanah secara ekonomis yang terkait dengan produktifitas dan strategi ekonomisnya. Nilai tanah sangat diperlukan dalam berbagai pengambilan keputusan bagi masyarakat, swasta dan pemerintah. Agar tidak terjadi masalah di kemudian hari investor membutuhkan informasi yang lengkap tentang kepastian nilai tanah dan tingkat pertumbuhannya, konsep tata ruang wilayah (land use), status kepemilikan hak, dan regulasi yang berlaku. Bagi Pemerintah Kota nilai tanah dipergunakan sebagai dasar penetapan Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) tanah dan bangunan. Bagi masyarakat NJOP yang mendekati dan mencerminkan harga tanah dan/atau bangunan sangat diperlukan. Perkembangan kota yang sangat pesat menimbulkan persoalan diantaranya: meluasnya area terbangun, berkurangnya ruang terbuka hijau, dan terjadinya perubahan-perubahan fungsi lahan maupun bangunan yang tidak terkendali. Indikator perubahan fungsi lahan dapat dilihat dari perubahan lahan pertanian, tanah kosong bahkan jalur hijau yang menjadi kawasan hunian, perdagangan dan jasa. Juga terjadinya perubahan penggunaan bangunan yang semula sebagai rumah tinggal, perkantoran, bangunan bersejarah menjadi tempat komersial. Dengan adanya perubahanperubahan fungsi lahan dan bangunan pada suatu kawasan maka berpengaruh terhadap perubahan nilai pasar tanah dan berdampak pula pada tata ruang kota. Kota Surabaya dipilih sebagai obyek ulasan dengan pemaparan secara deskriptif. Analisis didasarkan pada studi literatur maupun hasil-hasil penelitian yang berfokus pada nilai tanah dan tata ruang kota, serta dari dokumen pemerintah, diantaranya Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Surabaya tahun 2010-2015, Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten/Kota (RTRW), dsb. Dari fakta yang ada perubahan fungsi lahan yang terjadi tidak sesuai dengan tata guna lahan yang telah direncanakan oleh pemerintah. Pemicu ketidak sesuaian tersebut salah satunya adalah nilai pasar tanah yang berkembang di masyarakat. Agar tata ruang kota yang telah direncanakan oleh pemerintah dapat dikendalikan secara baik, sudah saatnya untuk merencanakan tata ruang dengan mempertimbangkan nilai tanah yang ada, yang pada akhirnya dapat menjamin ketahanan tata kota.

    Item Type: Conference or Workshop Item (Paper)
    Subjects: N Fine Arts > NA Architecture
    Divisions: Prosiding Seminar Nasional : Arsitektur Pertahanan "Insting Teritorial & Ruang Pertahanan"
    Depositing User: Users 8 not found.
    Date Deposited: 11 May 2015 13:52
    Last Modified: 11 May 2015 13:52
    URI: http://eprints.upnjatim.ac.id/id/eprint/6844

    Actions (login required)

    View Item