TERITORI RUANG HUNIAN DAN KAWASAN PADA ARSITEKTUR RUMAH COURTYARD DI KAMPUNG ARAB GRESIK

Dian , Ariestadi and Antariksa , Sudikno and Lisa , Dwi Wulandari (2014) TERITORI RUANG HUNIAN DAN KAWASAN PADA ARSITEKTUR RUMAH COURTYARD DI KAMPUNG ARAB GRESIK. In: "Insting Teritorial & Ruang Pertahanan", Surabaya.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (11Mb) | Preview

    Abstract

    Perkembangan kota dan arsitektur di Indonesia tidak terlepas dari sejarah perkembangan kota-kota pesisir, yang berperan penting sebagai jalur perdagangan dunia dan jalur penyebaran agama Islam. Kota pesisir Utara Jawa membentuk budaya pesisir melalui proses percampuran budaya (akulturasi), antara budaya Jawa dan budaya etnis pendatang Cina, Arab dan Belanda. Kota Gresik merupakan kota yang memiliki pelabuhan dan kawasan perdagangan besar, sehingga merupakan awal masuknya etnis pendatang Cina, Arab dan Belanda. Tatanan lingkungan dan hunian yang spesifik di kota lama Gresik yang multi-etnis adalah keberadaan pola-pola hunian yang tertutup. Kawasan Kampung Arab Gresik memiliki fenomena pola hunian yang tertutup dan selalu terdapat upaya untuk menyediakan halaman dalam yang terbuka atau disebut rumah courtyard. Rumah courtyard pada hunian dan kawasan di Kampung Arab Gresik menggambarkan suatu bentuk arsitektur adaptasi yang telah dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama. Konsep arsitektur rumah courtyard di Kampung Arab Gresik merupakan konsep ideal bagi masyarakat etnis Arab terhadap tuntutan kebutuhan akan privasi pemisahan kaum wanita sesuai tradisi budaya dan keagamaan. Courtyard juga terlihat menciptakan ruang-ruang terbuka di tengah lingkungan yang cukup padat dan tertutup, sehingga dapat mengatasi permasalahan kenyamanan udara. Teritori ruang privat yang sangat dominan pada lingkungan hunian dan kawasan membentuk suatu kawasan etnis yang tertutup (etnich-enclave). Keberadaan courtyard mampu menciptakan keseimbangan karena tetap memberikan ruang untuk kegiatan sosial-komunal diantara dominasi kegiatan dengan tuntutan privasi yang tinggi. Pola kawasan etnich-enclave dengan arsitektur rumah courtyard di Kampung Arab Gresik merupakan salah satu bentuk arsitektur pertahanan, karena dengan ketertutupannya maka tradisi dan kebudayaan masyarakat sesuai etnisnya dapat lebih mudah untuk dipertahankan. Dengan demikian courtyard yang secara filosofis juga terkait dengan konsep lingkungan hunian historis-etnis dapat diimplementasikan pada pengembangan hunian, permukiman dan kota di Indonesia.

    Item Type: Conference or Workshop Item (Paper)
    Subjects: N Fine Arts > NA Architecture
    Divisions: Prosiding Seminar Nasional : Arsitektur Pertahanan "Insting Teritorial & Ruang Pertahanan"
    Depositing User: Users 8 not found.
    Date Deposited: 12 May 2015 12:39
    Last Modified: 13 May 2015 11:27
    URI: http://eprints.upnjatim.ac.id/id/eprint/6851

    Actions (login required)

    View Item