TRANSFORMASI FUNGSI ARSITEKTUR PERTAHANAN KERATON DALAM KONTEKS MASA LALU DAN MASA KINI (Studi Kasus: Beteng dan Plengkung Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat)

Dimas , Hastama Nugraha (2014) TRANSFORMASI FUNGSI ARSITEKTUR PERTAHANAN KERATON DALAM KONTEKS MASA LALU DAN MASA KINI (Studi Kasus: Beteng dan Plengkung Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat). In: "Insting Teritorial & Ruang Pertahanan", Surabaya.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (11Mb) | Preview

    Abstract

    Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, sebagai salah satu keraton di Pulau Jawa juga memiliki arsitektur pertahanan untuk melindungi asset dan bangunan yang berada di dalam lingkup keratonnya. Salah satu fungsi pertahanan itu adalah berupa Beteng dan Plengkung. Beteng dan Plengkung di Keraton Ngayogyakarta memiliki fungsi militer di masa lalu dan mengalami perubahan di masa sekarang. Studi ini ingin melihat sejauh mana sejarah fungsi arsitektur pert ahanan Benteng dan plengkung keraton, fungsi di dalamnya di masa lalu, dan fungsi di masa sekarang. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis deskriptif untuk menggambarkan kondisi masa lalu dan masa sekarang didukung dengan content analysis untuk melihat kondisi beteng di masa sekarang. Metode pengumpulan data dengan data sekunder dan data primer dengan wawancara kepada responden. Metode pengambilan sample dengan purposive sampling. Metode analisis dengan deskriptif kualitatif dan tambahan content analysis (analisis isi). Hasil studi menjelaskan bahwa Keraton Ngayogyakarta memiliki betengdimana Benteng ini berbentuk persegi dengan ketingian 3,5 meter, lebar 3-4 meter. Panjang tembok di setiap sisinya rata-rata adalah 1000 meter. Bangunan ini dibuat dari bahan batu merah dengan ukuran yang variatif. Benteng ini pada zaman dulu dikelilingi oleh jagang (parit) selebar empat meteran dan sedalam tiga meteran. Selain itu Plengkung yang dimiliki oleh Keraton berjumlah 3 buah, yaitu Tarunosuro, Madyasuro, dan Nirbaya. Kondisi eksisting menunjukkan bahwa beteng dan plengkung mengalami transformasi dari sebelumnya fungsi militer menjadi fungsi obyek wisata. Selain itu disekitar beteng dan plengkung sudah banyak terdapat permukiman padat penduduk. Kesimpulan studi menunjukkan bahwa transformasi fungsi arsitektur berjalan sesuai dengan kondisi waktu dan perubahan fungsi keraton sendiri.

    Item Type: Conference or Workshop Item (Paper)
    Subjects: N Fine Arts > NA Architecture
    Divisions: Prosiding Seminar Nasional : Arsitektur Pertahanan "Insting Teritorial & Ruang Pertahanan"
    Depositing User: Users 8 not found.
    Date Deposited: 12 May 2015 16:48
    Last Modified: 13 May 2015 11:23
    URI: http://eprints.upnjatim.ac.id/id/eprint/6859

    Actions (login required)

    View Item