STRATEGI PEMASARAN PRODUK BAN SEPEDA MOTOR DENGAN TEORI PERMAINAN (GAME THEORY) UNTUK MENINGKATKAN MINAT KONSUMEN DI WILAYAH SURABAYA SELATAN

Syahid, Ardiansyah (2010) STRATEGI PEMASARAN PRODUK BAN SEPEDA MOTOR DENGAN TEORI PERMAINAN (GAME THEORY) UNTUK MENINGKATKAN MINAT KONSUMEN DI WILAYAH SURABAYA SELATAN. Undergraduate thesis, Faculty of Industrial Technology.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (132Kb) | Preview
    [img] PDF - Published Version
    Restricted to Repository staff only

    Download (1186Kb)

      Abstract

      Dalam era globalisasi dan pasar bebas seperti sekarang ini menuntut kita untuk memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk menentukan strategi dalam menghadapi berbagai kemungkinan yang ada. Strategi yang biasa disusun oleh sebuah perusahaan dalam mengkomunikasikan produknya disebut bauran pemasaran (marketing mix) yang terdiri atas 4 komponen yang dikenal dengan istilah 4P yaitu product, price, promotion, and place. Dewasa ini banyak bermunculan produk ban sepeda motor dengan berbagai jenis. Dengan banyaknya merek ban sepeda motor yang beredar dipasaraan saat ini, memungkinkan konsumen bebas memilih dengan kualitas dan harga yang sesuai dengan keinginan. Hal ini mengakibatkan timbulnya persaingan yang semakin ketat dan memungkinkan terjadinya perebutan pasar. Masing-masing produsen harus mengetahui sejauh mana tingkat kompetitifnya terhadap kompetitor dalam meraih pangsa pasar, sehingga diperlukan suatu strategi pemasaran yang tepat untuk produk tersebut. Dengan adanya situasi ini maka penelitian ini dilakukan dengan pengaplikasian Teori Permainan (Game Theory) dengan harapan dapat membantu pengambilan keputusan strategi pemasaran yang tepat dan memberikan keuntungan yang optimum bagi produsen ban sepeda motor. Dalam pengolahannya diperoleh hasil dari metode Game Theory adalah IRC melawan Federal, IRC menerapkan strategi kualitas dan Federal menerapkan strategi harga agar menghasilkan nilai permainan yang optimal sebesar 33,06%. IRC melawan Mizzle, IRC menerapkan strategi kualitas dan Mizzle menerapkan strategi kembangan/motif agar menghasilkan nilai permainan yang optimal sebesar 41,13%. IRC melawan Swallow, IRC menerapkan strategi kualitas dan Swallow menerapkan strategi promosi iklan agar menghasilkan nilai permainan yang optimal sebesar 25,00%. IRC melawan Blackstone, IRC menerapkan strategi kualitas dan Blackstone menerapkan strategi jenis ban agar menghasilkan nilai permainan yang optimal sebesar 50,00%. Federal melawan Mizzle, Federal menerapkan strategi harga dan Mizzle menerapkan strategi kembangan/motif agar menghasilkan nilai permainan yang optimal sebesar 4,84%. Federal melawan Swallow, Federal menerapkan strategi harga dan Swallow menerapkan strategi promosi iklan agar menghasilkan nilai permainan yang optimal sebesar 56,46%. Federal melawan Blackstone, Federal menerapkan strategi ketersediaan dan Blackstone menerapkan strategi jenis ban agar menghasilkan nilai permainan yang optimal sebesar 15,32%. Mizzle melawan Swallow, Mizzle menerapkan strategi kembangan/motif dan Swallow menerapkan strategi promosi iklan agar menghasilkan nilai permainan yang optimal sebesar 61,29%. Mizzle melawan Blackstone, Mizzle menerapkan strategi kembangan/motif dan Blackstone menerapkan strategi jenis ban agar menghasilkan nilai permainan yang optimal sebesar 13,71%. Swallow melawan Blackstone, Swallow menerapkan strategi promosi iklan dan Blackstone menerapkan strategi jenis ban agar menghasilkan nilai permainan yang optimal sebesar 31,45%.

      Item Type: Thesis (Undergraduate)
      Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5001 Business. Business Administration > HF5410 Marketing. Distribution of products
      Divisions: Faculty of Industrial Technology > Industrial Engineering
      Depositing User: Users 2 not found.
      Date Deposited: 07 Mar 2011 08:23
      Last Modified: 07 Mar 2011 08:23
      URI: http://eprints.upnjatim.ac.id/id/eprint/884

      Actions (login required)

      View Item