FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERIMAAN PAJAK HIBURAN SEBELUM DAN SESUDAH KRISIS MONETER DI KOTA SURABAYA

Endah, Wahyuni (2009) FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERIMAAN PAJAK HIBURAN SEBELUM DAN SESUDAH KRISIS MONETER DI KOTA SURABAYA. Undergraduate thesis, UPN "Veteran" Jatim.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (92Kb) | Preview
    [img] PDF - Published Version
    Restricted to Repository staff only

    Download (341Kb)

      Abstract

      FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERIMAAN PAJAK HIBURAN SEBELUM DAN SESUDAH KRISIS MONETER DI KOTA SURABAYA Oleh: Endah Wahyuni Abstraksi Sebagai ibukota propinsi Jawa Timur kota Surabaya merupakan salah satu pusat dagang dan sentra industri, maka pemerintahan kota dituntut mampu melasanakan pembangunan daerah. Untuk itu perlu adanya sumber - sumber pendapatan, salah satunya dari pajak khususnya pajak hiburan. Peningkatan pajak hiburan dari tahun ke tahun diupayakan untuk dapat meningkat, mengingat penerimaan pajak hiburan merupakan komponen dari pajak daerah yang potensial. Atas dasar pemikiran tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Faktor Tingkat Inflasi, Pendapatan Perkapita, Jumlah Tempat Hiburan terhadap Penerimaan Pajak Hiburan dalam membandingkan kondisi sebelum dan sesudah krisis moneter di kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari kantor Pusat Statistik Jawa Timur dan kantor Dinas Pariwisata Daerah kota Surabaya. Mulai tahun 1999-2007, data tersebut dianalisa dengan menggunakan analisis regresi linier berganda melalui ujiu F , uji-t dengan analisa klasik BLUE dan variable Dummy. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu secara simultan menunjukkan hubungan yang nyata antara tingkat inflasi, pendapatan perkapita dan jumlah tempat hiburan terhadap penerimaan pajak hiburan di kota Surabaya. Dengan hasil pengujian F hitung =14,873 > F tabel = 3,36 sedangkan secara parsial, tingkat inflasi (X1) tidak berpengaruh nyata terhadap penerimaan pajak hiburan di kota Surabaya (Y) dengan hasil peroleh t hitung = -1,024 < t tabel = 2,201, variabel parsial jumlah tempat hiburan (X2) tidak berpengaruh nyata terhadap penerimaan pajak hiburan di kota Surabaya (Y) dengan hasil t hitung = -1,008 < t tabel = 2,201, variabel pendapatan perkapita (X3) berpengaruh nyata terhadap penerimaan pajak hiburan di kota Surabaya (Y) dengan nilai hitung t hitung = 4,442 > t tabel = 2,201, nilai t hitung pada variabel Dummy sebesar – 2,861 < t tabel = 2,201, hali ini menyebabkan adanya perbedaan penerimaan pajak hiburan di kota Surabaya.

      Item Type: Thesis (Undergraduate)
      Subjects: H Social Sciences > HJ Public Finance
      H Social Sciences > HJ Public Finance > HJ2240 Revenue. Taxation. Internal revenue
      Divisions: Faculty of Economics > Science of Economics
      Depositing User: Users 6 not found.
      Date Deposited: 07 Mar 2011 09:25
      Last Modified: 07 Mar 2011 09:25
      URI: http://eprints.upnjatim.ac.id/id/eprint/892

      Actions (login required)

      View Item