Dwi , Suheryanto (2012) OPTIMALISASI WAKTU FERMENTASI PEMBUATAN ZAT WARNA ALAM INDIGO (INDIGOFERA TINCTORIA). In: Seminar Nasional Teknik Kimia Soebardjo Brotohardjono IX "Pengelolaan Sumber Daya Alam Ramah Lingkungan Berbasis Efisiensi Energi, 21 Juni 2012, Surabaya.
Abstract
Tanaman Indigo jenis indigofera tinctoria tumbuh tersebar luas di Indonesia juga dinegara lain diantaranya Taiwan, Jepang, India, dan Thailand. Tanaman ini sudah ada sejak jaman nenek moyang dan para perajin sejak telah menggunakan pewarna indigo alami untuk memberi warna biru (wedel) pada pembuatan batik dan tenunan tradisional kuno. Kendala yang dihadapi saat ini adalah saat proses fermentasi daun indogo yang menghasilkan hasil yang berbeda (warna biru) bahkan kadang tidak diperoleh hasil. Dengan demikian perlu dilakukan penelitian proses dan mekanisme pembuatan zat warna indigo melalui proses fermentasi. Bahan yang digunakan adalah daun dari tanaman indigo jenis indogofera tinctoria yang berasal dari Gunung Kidul (sepanjang pantai Krakal), Bantul (Imogiri dan sepanjang pantai Trisk), dan Kulonprogo Provinsi Darah Istimewa Yogyakarta. Adapun variasi waktu fermentasi yang digunakan adalah 6, 12, 18, 24, 36, 36, 42, 48, 54, 60, 66jam, pada suhu kamar dengan pelarut air. Selain fermentasi proses yang dilewati pada kondisi kritis saat pembuatan zat warna indigo adalah, pengeburan (aerasi) atau pengikatan pewarna oleh alka, proses pereduksi dengan bahan pereduksi gula atau tetes, dan proses oksidasi. Dari hasil evaluasi pengujian diperoleh:jenis tanaman Indigofera tinctoria dari daerah Gunung Kidul diperoleh hasil pasta warna lebih bagus dari jenis tanaman Indigofera Tinctoria dari daerah Kulon Progo dan Karang Tengah (Imogiri). Optimalisasi waktu fermentasi yang disarankan berdasarkan penelitian supaya hasil pewarnaan optimal adalah 36-48 jam, menghasilkan rendeman sebesar 15,63 % dengan kadar (indigo+kapur) 35,97% berdasarkan 62,43% kadar air. Sedang untuk ketahanan luntur warna terhadap Pencucian yaitu antara 4 s/d 4 — 5, sedangkan ketahanan luntur warna terhadap gosokan 3 — 4 dan terhadap sinar matahari sebesar 4-5. Kata kunci: daun tanaman indigo, fermentasi, pengeburan, pewarnaan
Actions (login required)